Contoh Makalah Fillum Porifera


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Porifera sudah terdapat pembagian tugas kehidupan (diferensiasi),hal ini mencirikan Organisme tersebut mempunyai tingkat yang lebih tinggi dari pilum Protozoa.Porifera hidup secara heterotrof.makanannya adalah berupa bakteri dan plankton.makanan yang masuk ketubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera di sebut juga sebagai pemakan cairan.porifera bersifat holozoik,dan saprozoik.partikel-partikel makanan menempel pada kolar.
Pada saat itu mikrofili-mikrofili koanosit bertindak sebagai filter.makanan yang telah di saringoleh filter tadi diolah di dalam pakuola makanandengan bantuan enzim-enzim pencernaan (karbohidrase,protease,dan lipase).pakuola tadi kemudian mengadakan gerakan siklosis (dalam rangka mengedarkan sari-sari makanan di dalam sel koanosit itu sendiri) setelah itu zat-zat makanan akan di edarkan ke sel-sel tubuhsecar dipusi dan osmosis oleh amubosit.
1.2       Tujuan  Penulisan
·         Mahasiswa di harapkan mampu mempelajari dan mengenal tentang pilum porifera
·         Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui manfaat dan kegunaan dari pilum porifera
1.3       Manfaat
Di Indonesia belum memiliki nilai ekonomis, akan tetapi di Amerika telah terdapat pabrik pabrik spons dari golongan Demospongia yang dapat dimanfaatkan sebagai alat pembersih.
1.4       Rumusan Masalah
·         Apa yang di maksud dengan porifera?
·         Bagaimana struktur tubuh dari pilum porifera?
·         Apa manfaat dari pilum porifera?

BAB II
FILUM PORIFERA
2.1  Karaktristik Umum
Porifera( Latin : porus =pori, fer =membawa ), tubuhnya berpori, diploblastik, simetri radial, tersusun atas  sel sel yang bekerja secara mandiri ( belum ada koordinasi antar sel yang satu dengan sel sel lainya ). Fase dewasa bersifat sesil ( menetap pada suatu tempat  tanpa mengadakan perpindahan ), dan berkoloni. Habitat umunya air laut dan ada yang di air tawar ( family spongilidae ). Bentuk tubuh : kipas, jambangan bunga, batang, globular, genta, trompet, dan lain lain. Warna tubuh : kelabu, kuning, merah, biru, hitam, putih keruh, coklat, jingga ( sering berubah tergantung tempat sinar ). Mempunyai rongga sentral (spongocoel ).porifera merupakan hewan multi seluler yag paling sederhana. Porifera sudah terdapat pembagian tuga s kehidupan ( diferensiasi ), hal ini mencirikan orgasnisme tersebut mempunyai tingakat yang lebih tinggi dari filum protozoa. Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ketubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan.

2.2  Struktur Tubuh
Tubuhnya diplobalstik, tersususn atas :
1.      Lapisa luar ( epidermis = epithelium dermal ). Terdiri atas pinakosit = pinako-derma ( berbentuk sel sel polygonal yang merapat );
2.      Lapisan dalam, terdiri atas jajaran sel berleher ( koanosit ). Sel koanosit berfungsi sebagai organ resfirasi  dan mengatur pergerakan air. Diantara lapisan luar dan lapisan dalam terdapat mesophyl  ( mesoglea ). Didalam mesoglea terdapat organel organel :
a.       Gelatin protein matrik
b.      Amubosit  (sifat nya mobile atau mengembara ).sel amubosit berfungsi untuk :
·         Transportasi    dan zat zat makanan, eksresi.
·         Penghasil gelatin.
c.       Arkeosit merupakan sel amubosit yang tumpul dan dapat membentuk sel sel reproduktif.
d.      Porosit atau miosit  terletak disekitar pori dan berfungsi untuk membuka dan menutup pori .
e.       Skleroblast berfungsi membentuk spikula.
f.       Spikula merupakan unsur  pembentuk tubuh.
 Gambar tubuh porifera ( tipe akson )

2.3         Proses pencernaan makanan
Porifera bersifat holozoik,  dan saprozoik. Partikel partikel makanan mnempel pada kolar. Pada saat itu mikrovili mikrovili koanosit bertindak sebagai filter. Makanan yang telah disaring oleh filter tadi diolah didalam pakuola makanan dengan bantuan  enzym enzym pencernaan ( karbohidrase,protease, dan lipase ).  Vakuola tadi kemudian  mengadakan  gerakan siklosis ( dalam rangka mengedarkan sari sari makan didlam sel koanosit itu sendiri ). Setelah itu zat zat makanan  akan di edarkan ke sel sel tubuh secara dipusi dan osmosis oleh amubosit.

2.4     Sistem pernafasan
Alat pernafasan terdiri atas : 
·         Sel sel pinakhosit ( bagian luar ), dan koanosit (bagian dalam ). Oksigen yang telah ditangkap oleh kedua jenis sel tersebut diedarkan keseluruh tubuh oleh sel sel amubosit.
2.5     Sistem ekskresi
Zat zat sampah sisa metabolisme di edrakan dari intrnal tubuhnya oleh amubosit.
2.6       Sistem reproduksi
Porifera ada yang beraifat monosious (hermaprodit ) dan ada juga yang bersifat diosious. Berkembang biak dilakukan secara :
·         Seksual
·         Non seksual

1.      Perkembangbiakan seksual
Perkembangbiakan secara seksual belum dilakukan dengan alat kelamin khusus. Baik ovum maupun spermatozoid berkembang dari sel sel amubosit khusus yang disebut arkeosit.  Ovum yang belum atau telah dibuahi oeleh spermatozoid tetap tinggal didalam tubuh induknya  (mesoglea).  Setelah terjadi pembuahan maka zigot akan mengadaka pembelahan berulang kali, akhirnya terbentuk larva berambut getar yang disebut amphiblastula, dan ampliblastula ini kemudian akan keluar dali dalam tubuhnya melalui oskulum.  Setelah ampliblastula ini tiba dilingkungan eksternal debgan rambut getarnya  kemudian ia akan berenang renangan mencari lingkungan yang bisa menjamin kelangsungan hidupnya  ( kaya dengan dan zat zat makanan). Larva ini merupakan akan berubah menjadi parenchymula. Bila telah menemukan tempat yang sesuai,  maka ia akan melekatkan diri pada suatu objek tertentu dan selanjutnya tumbuh menjadi porifera baru.
2.      Non seksual
Perkembangbiakan secara non seksual dilakukan dengan cara :
·         Membentuk tunas atau kuncup kearah luar yang kemudian memisahkan diri ddari induknya dan hidup sebagai individu baru
·         Dengan membentuk kuncup kearah dalam ( gemul = butir benih ). Cara ini terjadi sebagai penyesuaian diri terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan. Gemul dibentuk dari sel arkeosit dikelilingi oleh dinding tebal dari kitin dan diperkuat oleh spikula, serta di lengkapi oleh zat makanan.  Cara refroduksi demikian umumnya  ditemukan pada polifera yang hidup di air tawar.
3           Sistem saluran air
Sistem saluran air di mulai dari pori dan di akhiri pada lubang keluar yang di sebut Oskulum.Sebelum air dikeluarkan melalui Oskulum,air yang berasal dari segala jurusan tubuh iutu terlebih dahulu di dalam rongga sentral(spongocoel)





Gambar saluran air porifera
Fungsi aliran ini adalah :
·         Sebagai sarana dalam penyelenggaraan pertukaran zat(partkel-partikel makanan, , ,dan zat-zat sisa metabolisme dari daerah eksternal ke daerah internal dan sebaliknya;
·         Sebagai sarana dalam pengeluaran benda-benda reproduktif dan penyebaran generasi.sehubungan dengan aliran ini,porifera dalam ukuran sedang(10cm),setiap harinya tidak kurang dari 2640   air keluar masuk melalui tubuhnya.pada leuconia(leucandra,bertipe leucon dengan tinggi 10 cm,diameter 1cm,dengan jumlah plagel 2.250.000,ternyata dapat memompa air sebanyak 22,5 liter/hari dan kecepatan air yang keluar dari oskulum sebesar 8,5 cm/detik
4            Sistematika
Berdasarkan bahan pembentuk kerangka tubuhnya seperti spikula,porifera terdiri atas 3 kelas dan 12 ordo.
No
Kelas
Ordo
Spesies
1
Calcarea (Calcipsongiae) Hidup di laut (pantai dangkal,bentuk sederhana,kerangka tubuh tersusun atas  koanositnya besar.
1.Asconosa (tipe akson yang kemudian berubah menjadi tipe rhagon/leucon)
Leucosolenia
2.Syconosa(tipe sikon,tetapi kemudian berubah menjadi tipe rhagon/leucon.
Scypha
2
Hexactinellida (Hyalospongiae) Hidup di laut dalam,kerangka tubuhnya tersusun atas bahan kersik/silikat ,spikula berduri 6 (heksason),memiliki saluran air sederhana.
1.Hexasterophora (spikulanya kebanyakan berbentuk bintang/astrose)
Euplectella
2.Amphidiscophora (spikula berbentuk amfidiskus)
Hyalonema
3
Demospongieae umumnya hidup di laut , beberapa spesies hidup di air tawar . pada umumnya tidak mempunyai rangka dan kalau ada rangka terbuat dari kersik , spongin atau campuran keduanya
1 carnosa rangka tubuh tersusun atas bahan organik yang berbentuk atau kolodial , kadang kadang ditemukan spikula kecil
Chondrosia
2 Chomencuat dari satu titikristida rangka tersusun atas spikula spikula yang berjajar empat , mencuat dari suatu titik sentral
Geodia
3Epipolasida bentuknya sperikal, spikula monakson serta mencuat menjari dari daerah sentral tubuhnya
Tethya
4 Hadromerina spikula bebbentuk pines
Cliona
5 Halichondrina spikula berujung dua atau berbentuk seperti bulu
Halichondria
6 Poeciloclerina rangka tubuh tersusun atas berbagai bentuk spikula dan kadang kadang spongin
Microciona
7 Haplosclerina berkerangka fibrosa
Holiclona
8 keratosa tidak berspikula , berangka spongin
Spongia (alat penggosok pada waktu mandi)

Berdassarkan tempat terjadinya pengambilan zat zat  makanan atau sistem saluran air, porifera  dibedakan menjadi tiga buah tipe ,yaitu :
No
Tipe
Spesies
1
Ascon
Merupakan tipe yang paling sederhana, proses pengambilan zat zat makanan terjadi didalam spongocoel
Leucosolenia
2
Sycon
Proses pengambilan zat makanan terjadi didalam rongga berflagel
Scypha
3
Rhagon
Proses pengambilan zat zat makanan terjadi di kamar (ruang) kecil yang berflagel yang terdapat dibagian tengah saluran. Flagel tersebut berasal dari koanosit koanosit yang melapisi dinding kamar / ruang tersebut.
Spongia


5           Manfaat  Porifera
Di Indonesia belum memiliki nilai ekonomis, akan tetapi di Amerika telah terdapat pabrik pabrik spons dari golongan Demospongia yang dapat dimanfaatkan sebagai alat pembersih.

BAB III
SIMPULAN

Dengan telah mempelajari Zoologi Invertebrata khususnya pada pilum porifera kita dapat menyimpulkan bahwa Porifera merupakan hewan multiseluler yang paling sederhana.Hal ini mencirikan organisme tersebut mempunyai tingkat yang lebih tinggi dari pilum Protozoa.
  
DAFTAR PUSTAKA

Rusyana,A (2011). Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). Bandung : CV.ALFABETA
Sutarno, N. Dkk. (2010). Petunjuk Praktikum Zoologi Invertebrata. Bandung : Jurusan pendidikan biologi FPMIPA UPI.

Komentar