Struktur Hewan
Seperti halnya tumbuhan
tingkat tinggi, tubuh hewan multiselular juga tersusun atas banyak sel. Sel-sel
tersebut pada tempat tertentu akan bersatu membentuk jaringan untuk melakukan
suatu fungsi. Jaringan yang berkelompok bekerja sama melaksanakan fungsi
tertentu membentuk suatu organ. Beberapa organ bekerja sama membentuk sistem
organ dan melaksanakan fungsi tertentu.
Jaringan utama penyusun
organ tubuh hewan tingkat tinggi dan manusia ada empat macam, yaitu jaringan
epitelium, jaringan pengikat dan penumpu (tulang), jaringan otot, serta
jaringan saraf.(http://zhuldyn.wordpress.com)
1. Jaringan Epitelium
Seperti jaringan epidermis pada tumbuhan, jaringan epitel
berfungsi sebagai pelapis organ dan rongga tubuh bagian luar. Jaringan ini
dapat ditemukan pada permukaan tubuh yang membatasi organ tubuh dengan
lingkungan luarnya. Jaringan epitel yang melapisi permukaan tubuh atau
lapisan luar tubuh dinamakan epitelium. Sedangkan jaringan epitel yang
membatasi rongga tubuh dinamakan mesotelium, misalnya perikardium, pleura, dan
peritonium. Kemudian, jaringan yang membatasi organ tubuh dinamakan
endotelium. Di dalam struktur tubuh, jaringan epitel berfungsi sebagai
pelindung jaringan di bawahnya dari kerusakan, pengangkut zat-zat
antarjaringan, dan tempat keluarnya enzim.
Berdasarkan strukturnya, jaringan epitel dibedakan menjadi 3
macam, yaitu epitel pipih, epitel batang (silinder), dan epitel kubus.
Kita bisa membedakan ketiga jaringan epitel tersebut berdasarkan
ciri-cirinya. Epitel pipih memiliki ciri yakni selnya berbentuk pipih
dengan nukleus bulat di tengah. Epitel batang (silinder) tersusun oleh
sel berbentuk seperti batang dengan nukleus bulat di dasar sel. Sedangkan
epitel kubus memiliki sel berbentuk kubus dengan nukleus bulat besar di tengah.
Menurut lapisan
penyusunnya, jaringan epitel
terbagi atas beberapa jaringan, yakni epitel pipih selapis, epitel pipih
berlapis banyak, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis banyak,
epitel kubus selapis, epitel kubus berlapis banyak, dan epitel transisi. Kalian
dapat memahaminya dengan memerhatikan ulasan berikut.
Epitel Pipih Selapis

Jaringan epitel pipih selapis (sederhana) banyak ditemukan pada organ-organ seperti pembuluh darah, pembuluh limfa, paru-paru, alveoli, dan selaput perut. Sitoplasma jaringan ini sangat jernih, inti selnya berbentuk bulat di tengah, dan sel-selnya tersusun sangat rapat.
Jaringan epitel pipih selapis berperan dalam proses fi ltrasi, sekresi, dan
difusi osmosis.(http://zhuldyn.wordpress.com)
Epitel Pipih Berlapis

Seperti epitel pipih selapis, sel jaringan epitel pipih berlapis (kompleks) tersusun sangat rapat. Rongga mulut, esofagus, laring, vagina, saluran anus, dan rongga hidung banyak tersusun oleh jaringan ini. Fungsinya adalah sebagai pelindung dan penghasil mukus.(http://zhuldyn.wordpress.com)
Epitel Batang Selapis

Sel berbentuk batang, sitoplasma jernih, dengan inti sel bulat berada di dekat dasar merupakan ciri jaringan ini. Epitel batang selapis banyak ditemukan pada usus, dinding lambung, kantong empedu, saluran rahim, saluran pencernaan, dan saluran pernafasan bagian atas. Jaringan epitel batang selapis berfungsi dalam proses sekresi, penyerapan (absorpsi), penghasil mukus, dan pelicin/pelumas permukaan saluran.(http://zhuldyn.wordpress.com)
Epitel Batang Berlapis Banyak

Seperti namanya, jaringan ini tersusun banyak lapisan sel yang berbentuk batang. Jaringan epitel batang berlapis banyak terdapat pada beberapa organ tubuh seperti bagian mata yang berwarna putih, faring, laring, dan uretra. Fungsi epitel batang berlapis banyak yaitu sebagai tempat sekresi yakni penghasil mukus,dan ekskresi, misalnya kelenjar ludah dan kelenjar susu.(http://zhuldyn.wordpress.com)
Epitel Kubus Selapis

Jaringan epitel berbentuk kubus selapis ditemui pada beberapa bagian, meliputi permukaan ovarium, nefron, ginjal, dan lensa mata. Fungsi epitel kubus selapis adalah tempat sekresi.(http://zhuldyn.wordpress.com)
Epitel Kubus Berlapis Banyak

Epitel kubus berlapis banyak terdapat pada beberapa bagian tubuh, yakni folikel ovarium, testis, kelenjar keringat, dan kelenjar ludah. Fungsi jaringan ini adalah sebagai pelindung dan penghasil mukus. Selain itu, jaringan ini juga berfungsi sebagai pelindung dari gesekan.(http://zhuldyn.wordpress.com)
Epitel Transisi

Sel penyusun epitel transisi bentuknya dapat berubah dan berlapislapis. Epitel ini dapat ditemukan pada organ saluran pernafasan, ureter, dan kandung kemih. Saat kandung kemih berisi urine, sel epitel akan berbentuk kuboid seperti dadu atau silindris.(http://zhuldyn.wordpress.com)
2. Jaringan Ikat
Saat kalian menyambung
tali yang putus menjadi dua bagian, kemudian kalian mengikatnya, maka tali
tersebut akan menjadi kuat kembali. Sama seperti tali, organ dan jaringan tubuh
kita dihubungkan oleh jaringan ikat sehingga menjadi kuat. Karena itu, jaringan
ikat disebut juga jaringan penyambung atau jaringan penyokong.
Jaringan ikat berfungsi melekatkan konstruksi antarjaringan, membungkus organ, menghasilkan energi, menghasilkan sistem imun, dan mengisi rongga-rongga di antara organ.
Jaringan ikat berfungsi melekatkan konstruksi antarjaringan, membungkus organ, menghasilkan energi, menghasilkan sistem imun, dan mengisi rongga-rongga di antara organ.
Berbeda dengan jaringan
epitel yang sel-selnya tersusun rapat, kumpulan sel jaringan ikat amat jarang
dan tersebar dalam matriks ekstraseluler. Selain itu, sel-sel jaringan ikat
memiliki bentuk yang tidak teratur. Sebagian besar matriksnya terdapat
serat-serat dan bahan dasar yang berupa cairan.
Jaringan ikat memiliki
bahan dasar yang tidak berwarna, tidak berbentuk (amorf), dan homogen. Bahan
dasar ini berasal dari asammukopolisakarida yaitu asam hialuronat.
Akibatnya, matriks menjadi lentur dan semakin banyak air. Di dalamnya terdapat
pula asam mukopolisakarida sulfan yang menjadikan struktur jaringan ikat
bersifat kaku. Serat jaringan ikat yang terbuat dari protein dan sebagai penyusun matriks memiliki berbagai jenis serat, meliputi serat kolagen, serat elastis, dan serat retikuler.
bersifat kaku. Serat jaringan ikat yang terbuat dari protein dan sebagai penyusun matriks memiliki berbagai jenis serat, meliputi serat kolagen, serat elastis, dan serat retikuler.
Serat kolagen berwarna
putih atau disebut serat putih. Seratnya tersusun atas protein kolagen,
sehingga memiliki sifat kuat, daya regang
tinggi, dan elastisitas yang rendah. Serat ini banyak terdapat pada kulit,
tulang, dan tendon.
tinggi, dan elastisitas yang rendah. Serat ini banyak terdapat pada kulit,
tulang, dan tendon.

Sementara itu, serat
elastis berwarna kuning atau disebut serabut
kuning. Serat elastis terbuat dari protein elastin dan mukopolisakarida,
sehingga memiliki elastisitas tinggi. Serat ini banyak terdapat pada
bantalan lemak, ligamen, dan pembuluh darah.
kuning. Serat elastis terbuat dari protein elastin dan mukopolisakarida,
sehingga memiliki elastisitas tinggi. Serat ini banyak terdapat pada
bantalan lemak, ligamen, dan pembuluh darah.
Serat retikuler sangat
tipis dan bercabang, tersusun atas kolagen dan terhubung pula dengan serat
kolagen. Karena itu, serat retikuler
mempunyai sifat yang sama dengan serat kolagen. Bahan dasarnya
mengandung glikoprotein. Serat ini berfungsi sebagai penghubung
jaringan pengikat dengan jaringan sebelahnya. Serat retikuler dapat ditemukan pada hati, limpa, dan kelenjar-kelenjar limfa
mempunyai sifat yang sama dengan serat kolagen. Bahan dasarnya
mengandung glikoprotein. Serat ini berfungsi sebagai penghubung
jaringan pengikat dengan jaringan sebelahnya. Serat retikuler dapat ditemukan pada hati, limpa, dan kelenjar-kelenjar limfa

Berdasarkan jenisnya,
jaringan ikat dikelompokan dalam tiga tipe, yakni jaringan ikat sebenarnya,
jaringan tulang rangka, jaringan darah dan jaringan limfa. Nah, ulasan berikut
akan menambah pengetahuan kalian.
Jaringan Pengikat
Sebenarnya
Jaringan ikat sebenarnya dibedakan menjadi jaringan peng ikat
berserat (fi brosa), jaringan ikat elastis, jaringan ikat lemak dan jaringan
ikat longgar.
Jaringan ikat sebenarnya dibedakan menjadi jaringan peng ikat
berserat (fi brosa), jaringan ikat elastis, jaringan ikat lemak dan jaringan
ikat longgar.
Jaringan Ikat Berserat
Matriks jaringan ikat berserat mengandung serat putih berkolagen, namun kolagennya tidak elastis. Kita dapat temui jenis jaringan ini pada tendon yang melekatkan otot ke tulang dan ligamen yang menghubungkan tulang dengan tulang lain pada persendian. Jaringan ini berfungsi menghubungkan tulang dengan tulang dan otot dengan tulang.
Matriks jaringan ikat berserat mengandung serat putih berkolagen, namun kolagennya tidak elastis. Kita dapat temui jenis jaringan ini pada tendon yang melekatkan otot ke tulang dan ligamen yang menghubungkan tulang dengan tulang lain pada persendian. Jaringan ini berfungsi menghubungkan tulang dengan tulang dan otot dengan tulang.
Jaringan Ikat Elastis
Matriks jaringan ikat elastis mengandung serabut elastis kuning.
Bisa kita temukan pada ligamen dan dinding arteri. Jaringan pengikatini berfungsi sebagai pelindung elastisitas jaringan.
Matriks jaringan ikat elastis mengandung serabut elastis kuning.
Bisa kita temukan pada ligamen dan dinding arteri. Jaringan pengikatini berfungsi sebagai pelindung elastisitas jaringan.
Jaringan Ikat lemak
Jaringan ikat lemak disebut pula jaringan adiposa. Di dalamnya banyak tersimpan sel lemak berbentuk bulat. Jaringan adiposa berfungsi melapisi dan menginsulasi tubuh, kemudian juga menyimpan molekul bahan bakar. Letaknya berada pada epidermis kulit, sumsum tulang, sekitar sendi dan ginjal. Selain itu, jaringan ini berfungsi sebagai penyimpan lemak, dan berperan sebagai bantalan.
Jaringan ikat lemak disebut pula jaringan adiposa. Di dalamnya banyak tersimpan sel lemak berbentuk bulat. Jaringan adiposa berfungsi melapisi dan menginsulasi tubuh, kemudian juga menyimpan molekul bahan bakar. Letaknya berada pada epidermis kulit, sumsum tulang, sekitar sendi dan ginjal. Selain itu, jaringan ini berfungsi sebagai penyimpan lemak, dan berperan sebagai bantalan.
Jaringan pengikat
longgar
Diberi nama jaringan ikat longgar karena seratnya amat longgar. Jenis seratnya berkolagen, elastis, dan juga berserat retikuler. Letaknya berada pada bagian bawah kulit, di dekat
pembuluh darah dan saraf, dan sekitar organ. Jaringan ini berperan dalam mengikat jaringan epitel dan jaringan di bawahnya. Selain itu, jaringan ikat longgar berfungsi menjaga organ tetap berada di tempatnya
Diberi nama jaringan ikat longgar karena seratnya amat longgar. Jenis seratnya berkolagen, elastis, dan juga berserat retikuler. Letaknya berada pada bagian bawah kulit, di dekat
pembuluh darah dan saraf, dan sekitar organ. Jaringan ini berperan dalam mengikat jaringan epitel dan jaringan di bawahnya. Selain itu, jaringan ikat longgar berfungsi menjaga organ tetap berada di tempatnya
Jaringan Tulang/Rangka
Jaringan tulang rangka meliputi jaringan tulang rawan dan tulang sejati. Matriks jaringannya tersusun atas kondrin jernih seperti kanji, yang terbuat dari fosfat dan mukopolisakarida. Kondrin dihasilkan oleh sel-sel kondroblast yang terdapat pada laluna. Sel tulang rawan ini dinamakan kondrosit dengan fungsi mensintesis matriks. Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan mesenkim. Sedangkan pada orang dewasa dibentuk oleh selaput rawan atau fibrosa yang dinamakan perikondrium. Berikut penjelasannya satu persatu.
Jaringan tulang rangka meliputi jaringan tulang rawan dan tulang sejati. Matriks jaringannya tersusun atas kondrin jernih seperti kanji, yang terbuat dari fosfat dan mukopolisakarida. Kondrin dihasilkan oleh sel-sel kondroblast yang terdapat pada laluna. Sel tulang rawan ini dinamakan kondrosit dengan fungsi mensintesis matriks. Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan mesenkim. Sedangkan pada orang dewasa dibentuk oleh selaput rawan atau fibrosa yang dinamakan perikondrium. Berikut penjelasannya satu persatu.
Jaringan Tulang Rawan
Jaringan tulang rawan disebut pula kartilago yang terbagi menjadi 3 jenis, yakni kartilago hialin, kartilago elastis, dan kartilago fibroblas.
Jaringan tulang rawan disebut pula kartilago yang terbagi menjadi 3 jenis, yakni kartilago hialin, kartilago elastis, dan kartilago fibroblas.
Tulang rawan hialin
memiliki berwarna putih kebiruan dan transparan. Di dalam matriksnya terdapat
serat elastis.
Di dalam tulang rawan
elastis terdapat serat elastis berwarna
kuning. Selain itu, di dalamnya juga terdapat perikondrium. Serat elastis ini berfungsi memberi kelenturan dan menyokong jaringan tulang rawan. Tulang rawan ini terdapat pada embrio, laring, telinga luar, dan epiglotis.
kuning. Selain itu, di dalamnya juga terdapat perikondrium. Serat elastis ini berfungsi memberi kelenturan dan menyokong jaringan tulang rawan. Tulang rawan ini terdapat pada embrio, laring, telinga luar, dan epiglotis.
Pada tulang rawan
fibroblas terdapat matriks yang tersusun
atas kolagen dengan warna gelap dan keruh. Secara struktural, jaringan ini merupakan jaringan tulang rawan yang terkuat. Biasanya terdapat pada hubungan antar tulang belakang dan tendon. Fungsinya adalah sebagai pelindung dan penyokong jaringan.
atas kolagen dengan warna gelap dan keruh. Secara struktural, jaringan ini merupakan jaringan tulang rawan yang terkuat. Biasanya terdapat pada hubungan antar tulang belakang dan tendon. Fungsinya adalah sebagai pelindung dan penyokong jaringan.
Jaringan Tulang Sejati
Jaringan tulang sejati disebut pula dengan jaringan tulang dewasa. Jaringan tulang sejati tersusun atas sel-sel tulang yang dinamakan osteosit. Osteosit di bentuk oleh osteoblas. Osteoblas berasal dari fibroblas.
Jaringan tulang sejati disebut pula dengan jaringan tulang dewasa. Jaringan tulang sejati tersusun atas sel-sel tulang yang dinamakan osteosit. Osteosit di bentuk oleh osteoblas. Osteoblas berasal dari fibroblas.
Oleh karena itu,
osteoblas berperan penting dalam proses pembentukan tulang.Osteosit tersusun
dalam lapisan kon sentris yang disebut lamela. Lamela yang mengelilingi kapiler
disebut saluran Havers.
Di dalam saluran Havers
ditemukan kapiler, vena, dan arteri. Di
antara lamela terdapat ruang tempat osteosit yang disebut lakuna. Sementara, antar saluran Havers dihubungkan oleh sebuah saluran yang dinamakan saluran Volkman.
antara lamela terdapat ruang tempat osteosit yang disebut lakuna. Sementara, antar saluran Havers dihubungkan oleh sebuah saluran yang dinamakan saluran Volkman.
Jaringan Darah
Darah merupakan jaringan pengikat. Pada mamalia terdapat 6 liter darah atau 6–10% dari berat tubuh. Darah beredar dalam pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler.
Jaringan darah terdiri atas substansi cair dan substansi padat. Substansi cair disebut plasma darah, sedangkan substansi padat berupa sel-sel
darah.
Darah merupakan jaringan pengikat. Pada mamalia terdapat 6 liter darah atau 6–10% dari berat tubuh. Darah beredar dalam pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler.
Jaringan darah terdiri atas substansi cair dan substansi padat. Substansi cair disebut plasma darah, sedangkan substansi padat berupa sel-sel
darah.
Ada tiga tipe sel darah,
yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit
(keping-keping darah). Leukosit ada dua macam, yaitu granulosit (leukosit
bergranula) dan agranulosit (leukosit tak bergranula). Granulosit meliputi
neutrofil, eosinofil, dan basofil. Agranulosit meliputi limfosit dan monosit.
Sel-sel darah terdapat dalam plasma darah.
(http://zhuldyn.wordpress.com)
Beberapa Fungsi Darah
berikut.
(1) Mengangkut sari makanan, O2 , dan hormon ke sel-sel tubuh.
(2) Mengangkut zat sisa dan CO2 dari sel-sel tubuh.
(3) Mengatur suhu badan.
(4) Leukosit dapat berfungsi untuk melawan penyakit.
(5) Menutup luka dengan pembekuan darah.
(1) Mengangkut sari makanan, O2 , dan hormon ke sel-sel tubuh.
(2) Mengangkut zat sisa dan CO2 dari sel-sel tubuh.
(3) Mengatur suhu badan.
(4) Leukosit dapat berfungsi untuk melawan penyakit.
(5) Menutup luka dengan pembekuan darah.
Jaringan Limfa (Jaringan
Getah Bening)
(http://zhuldyn.wordpress.com)Limfa merupakan suatu cairan yang dikumpulkan dari berbagai jaringan dan kembali ke aliran darah. Komponen selular berupa limfosit dan granulosit (neutrofil, eosinofil, dan basofil). Cairan limfa mengalir dalam saluran yang disebut pembuluh limfa yang berada sejajar dengan pembuluh vena darah. Fungsi limfa adalah mengangkut cairan
jaringan, protein, lemak, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem peredaran
3. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun
oleh sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel saraf berperan dalam
menerima dan meneruskan rangsangan dari bagian satu tubuh ke bagian tubuh yang
lain. Sel saraf ini berbentuk unik, dengan sitoplasma yang menjulur dan
memanjang. Sel saraf memiliki bagian utama yaitu badan sel (perikarion) dan
penjuluran sitoplasma (prosesus) yang meliputi dendrit dan neurit
(akson).
Dendrit merupakan serabut pendek yang berperan dalam
menerima
dan memasukkan rangsangan ke badan sel. Adapun neurit (akson) adalah serabut panjang, yang berfungsi menghantarkan impuls/rangsangan dari badan sel ke neuron lain. Akson ini biasanya dibungkus oleh sel Schwann. Antara akson suatu neuron dengan dendrit neuron lainnya ditautkan oleh suatu bagian yang disebut sinapsis
dan memasukkan rangsangan ke badan sel. Adapun neurit (akson) adalah serabut panjang, yang berfungsi menghantarkan impuls/rangsangan dari badan sel ke neuron lain. Akson ini biasanya dibungkus oleh sel Schwann. Antara akson suatu neuron dengan dendrit neuron lainnya ditautkan oleh suatu bagian yang disebut sinapsis
Berdasarkan fungsinya,
neuron dapat dibedakan menjadi neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron
asosiasi. Neuron sensorik berfungsi menerima dan meneruskan rangsang dari
indera ke saraf pusat. Kemudian, neuron motorik berfungsi membawa atau menyampaikan
impuls dari saraf pusat ke efektor. Sementara, neuron asosiasi menyam paikan
impuls darineuron sensorik ke neuron motorik.
(http://zhuldyn.wordpress.com)
4. Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun
oleh sel-sel panjang yang disebut serabut otot. Serabut otot ini mampu
menggerakkan tulang dan memiliki kemampuan untuk berkontraksi, karena terdapat
protein kontraktil yang disebut miofi bril. Miofi bril ini disusun oleh aktin
dan miosin.
Otot adalah jaringan
terbanyak pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot juga banyak dilakukan
pada kerja seluler oleh hewan yang aktif. Lebih-lebih lagi saat kita melakukan
kerja berat.
Pada tubuh vertebrata,
jaringan otot dibedakan menjadi tiga, meliputi jaringan otot rangka, jaringan
otot polos, dan jaringan otot jantung
Tabel 3.1 Perbedaan Otot
Lurik, Otot Polos, dan Otot Jantung
pada Jaringan Otot Vertebrata
pada Jaringan Otot Vertebrata
(http://zhuldyn.wordpress.com)
(http://zhuldyn.wordpress.com)
truktur Sel Hewan
Organel sel Hewan dan
Fungsinya:
1.
Membran Plasma
Tersusun atas lemak
(lipid) dan protein (lipoprotein). Fungsinya yaitu: melindungi sel, mengatur
keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang dari luar.
2.
Cilia
Cilia (tunggalnya cilium) dan flagela
(tunggalnya flagelum) adalah alat atau mesin pergerakan sel, yang muncul dari
suatu sel tertentu. Cilia dalam satu sel jumlahnya biasanya banyak, ukurannya
pendek, sedangkan flagela biasanya tunggal atau sedikit jumlahnya dan ukurannya
bisa panjang.Baik cilia atau flagela tersusun atas bagian tengah atau pusat
mikrotubul dobel dikelilingi oleh 9 mikrotubul dobel. Oleh karena itu susunan
cilia atau flagela sering disebut struktur atau pola 9+2 disebut struktur
azoneme. Mikrotubul pada cilia dan flagela bertindak sebagai pendukung
sekaligus alat pergerakan ketika organel cilia dan flagela bergetar. Pergerakan
organel itu disebabkan karena mikrotubul penyusunnya berlekuk.
3.
Retikulum endoplasama
Yaitu struktur berbentuk
benang-benang yang bermuara di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :
• RE. Granuler (Rough E.R)
• RE. Agranuler (Smooth E.R)
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
Dikenal dua jenis RE yaitu :
• RE. Granuler (Rough E.R)
• RE. Agranuler (Smooth E.R)
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
4.
Mitokondria
Struktur berbentuk
seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk
dan dinamakan Krista Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler
yang menghasilkan banyak ATP (energi). karena itu mitokondria diberi julukan
"The Power House". Mitokondria (bentuk tunggalnya adalah mitokondrion) adalah organel
yang mengubah energi kimia menjadi energi yang lain.
5.
Mikrofilamen
MikrofilamenSeperti
Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu
protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam
pergerakan sel.k. Peroksisom (Badan Mikro)Ukurannya sama seperti Lisosom.
Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung
enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
6.
Lisosom
LisosomFungsi dari
organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler.
Salah satu enzimnya itu bernama Lisozym.
7.
Peroksisom
Ukurannya sama seperti
Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak
mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
8.
Ribosom
Ribosom
(Ergastoplasma)Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan
kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom
merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
9.
Sentriol/sentrosom
Struktur berbentuk
bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel(Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom
bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Struktur ini hanya dapat
dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
10. Mikrotubulus
MikrotubulusBerbentuk
benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai
“rangka sel”. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan
Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
11. Apparatus golgi
Badan Golgi (Apparatus
Golgi = Diktiosom)Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan
struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa.Organel
ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi,
misalnya ginjal.
12. Nukleus
Inti Sel (Nukleus)Inti
sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :• Selapue Inti (Karioteka)• Nukleoplasma
(Kariolimfa)• Kromatin / Kromosom • Nukleolus(anak inti).Berdasarkan ada
tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :• Sel Prokariotik
(sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpaipada bakteri, ganggang
biru.• Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).
Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.
Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.
13. Vakuola
Vakuola organel
mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi berbeda-beda. Fungsi vakuola berhubungan
dengan fungsi lisosom. Pada sel tanaman vakuola pusat berfungsi sebagai tempat
penyimpanan, berperanan dalam pertumbuhan sel dan berfungsi sebagai lisosom
besar. Pada protista vakuola kontraktil berfungsi sebagai pengatur air.
Struktur Kulit

Lapisan epidermis (kulit ari) terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan tanduk dan lapisan malphigi.
- Lapisan tanduk (korneum) adalah lapisan paling luar yang sel-sel nya sudah mati (tidak memiliki pembuluh darah dan saraf). lapisan ini mudah terkelupas.
- Lapisan malphigi berupa lapisa yang sel-sel nya masih hidup (terdapat ujung syaraf sehingga terasa nyeri jika terluka). Lapisan ini terdiri dari lapisan spinosum (berfungsi menahan gesekan darui luar) dan lapisan germinativum (mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, menggantikan sel-sel pada lapisan korneum). Lapisan ini merupakan tempat terdapatnya pigmen melanin yang memberi warna gelap pada kulit dan melindungi kita dari cahaya matahari.
Lapisan
dermis (kulit jangat) merupakan bagian kulit yang terdapat di bawah lapisan
epidermis. Di lapisan dermis terdapat:
- Pembuluh darah
- kelenjar keringat (sudofira) yang menghasilkan keringat dan merupakan kumpulan air, garam dan urea.
- Kelenjar keringat (sebasea), menghasilkan minyak (sebum) yang berfungsi menjaga agar rambut dan kulit tidak kering.
- Ujung saraf penerima stimulasi, terdiri dari:
- Pacini / tekanan
- Ruffini / panas
- Krause / dingin
- Meissner / sentuhan
Lapisan
hipodermis (subkutis) adalah jaringan ikat di bawah kulit yang mengandung
jaringan lemak, pembuluh darah dan limfia, serta saraf yang berjalan sejajar
dengan permukaan kulit. Fungsi jaringan ini sebagai penahan terhadap benturan
ke organ tubuh bagian dalam, memberi bentuk pada tubuh, mempertahankan suhu
tubuh dan sebagai tempat penyimpan cadangan makanan.
Fungsi Kulit
Fungsi kulit antara lain:
- Mengeluarkan keringat (alat ekskresi).
- pelindung tubuh
- menyimpan kelebihan lamak/cadangan makanan
- Indra peraba karena terdapat ujung saraf
- mengatur suhu tubuh
- tempat pembuatan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet
Sel dibedakan menjadi 2 macam :
1. Berdasarkan Membran inti
2. Berdasarkan fungsinya
1. Berdasarkan membran intinya :
1. Berdasarkan Membran inti
2. Berdasarkan fungsinya
1. Berdasarkan membran intinya :
a. Sel prokriotik, yaitu sel yang
tidak meiliki inti yang tetap karena inti selnya tidak dibatasi oleh membran,
misalnya pada bakteri dan alga biru.

b. Sel eukariotik, yaitu sel yang
telah memiliki inti sesungguhnya karena inti selnya telah dibatasi oleh
membran, misalnya pada sel otot dan sel saraf.
2. Berdasarkan fungsinya :
2. Berdasarkan fungsinya :
a. sel somatis, yaitu sel yang
berperan dalam proses pembentukan tubuh

b. sel
genetis, yaitu sel yang bertanggung jawab dalam perbanyakan sel.



Komentar
Posting Komentar