contoh makalah PARADIGMA ETIKA PADA ERA GLOBALISASI
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Kami
menyadari bahwa etika, moral dan akhlak bangsa pada masa era globalisasi ini
terutama remajanya sangat memprihatinkan sehingga kami memfokuskan untuk
membahas secara mendalam tentang paradigma etika pada era sekarang ini yang
menjadi fenomena dikalangan remaja bangsa kita pada umumnya sesuai dengan norma
agama islam pada khususnya.
1.2 TUJUAN
1. Mahasiswa mampu & memahami
perlunya etika dalam perkembangan iptek,bermasyarakat, berbangsa &
bernegara.
2. Mahasiswa mampu membangun etika di dalam
dirinya sendiri
3. Mahasiswa mampu & mau menjalankan
etika di era globalisasi baik dalam bermasyarakat, berbangsa & bernegara
1.3
MANFAAT
1. Diharpakan mahasiswa pada era globalisai ini bisa bergaul dengan baik dan
1. Diharpakan mahasiswa pada era globalisai ini bisa bergaul dengan baik dan
menangkap sisi positif dari era global.
2. Dengan mempelajari etika, diharapkan kita bisa tahu apa sikap,
perbuatan dan tingkah
laku yang baik
3. Menerapkan etika dalam kehidupan
bermasyarakat
1.4
RUMUSAN MASALAH
1. Apakah
dampak negatif dari era globalisasi terhadap etika ?
2. Bagaimanakah
perubahan etika di masyarakat pada era globalisasi ?
3. Apakah
faktor yang dapat mempengaruhi Nilai, Moral, Dan Sikap Individu ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Paradigma
Istilah paradigma pertama kali diperkenalkan oleh
Thomas Kuhn (1962), dan kemudian dipopulerkan oleh Robert Friedrichs (1970).
Menurut Kuhn, paradigma adalah cara mengetahui realitas sosial yang
dikonstruksi oleh mode of thought atau mode of inquiry tertentu,
yang kemudian menghasilkan mode of knowing yang spesifik. Definisi
tersebut dipertegas oleh Friedrichs, sebagai suatu pandangan yang mendasar dari
suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya
dipelajari. Pengertian lain dikemukakan oleh George Ritzer (1980), dengan
menyatakan paradigma sebagai pandangan yang mendasar dari para ilmuan tentang
apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh salah satu
cabang/disiplin ilmu pengetahuan.
B.
Etika
Dari
segi etimologi (ilmu asal usul kata), etika berasal dari bahasa yunani,
”ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat. Sedangkan dalam Kamus
Umum Bahasa Indonesia, etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak
(moral). Etika menurut filasafat dapat disebut sebagai ilmu yang menyelidiki
mana yang baik dan mana yang buruk
dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.
Etika
merupakan bagian dari filosopil yang berhungan erat dengan nilai manusia dalam
menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakah penyelesaiannya
baik atau buruk (jones,1994).Moral merupakan pengetahuan atau keyakinan tentang
adanya hal yang baik dan buruk serta mempengeruhi sikap seseorng. Kesadaran
tentang adanya baik dan buruk berkembang pada diri seseorng seiring dengan
pengaruh lingkungan,pendidikan,sosial budaya,agama dsb,hal inilah yang disebut
kesadaran moral atau kesadaran etik. Moral juga merupakan keyakinan individu
bahwa suatu adalah mutlak baik atau buruk walaupun situasi berbeda.
C.
Era Globalisasi
Menurut kamus ilmiah popular era berarti zaman, masa atau
kurun waktu. Sedangkan kata globalisasi berasal dari kata dasar global, yang
artinya menyeluruh, seluruhnya, garis besar, secara utuh, dan kesejagatan.
Era globalisasi dalam arti terminologi adalah sebuah
perubahan sosial, berupa bertambahnya keterkaitan diantara masyarakat dan
elemen-elemen yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi
dibidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan
ekonomi internasional. Globalisasi juga dimaknai dengan gerakan mendunia, yaitu
suatu perkembangan pembentukan sistem dan nilai-nilai kehidupan yang bersifat
global. Era globalisasi memberikan perubahan besar pada tatanan dunia secara
menyeluruh dan perubahan itu dihadapi bersama sebagai suatu perubahan yang
wajar. Sebab mau tidak mau, siap tidak siap perubahan itu akan terjadi. Era ini
di tandai dengan proses kehidupan mendunia, kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, terutama dalam bidang tranformasi dan komunikasi serta terjadinya
lintas budaya.
Perubahan yang sangat cepat di era globalisasi tidak lain
disebabkan oleh faktor teknologis. Keberadaan teknologi seperti halnya komputer
dan internet sebagai simbol teknologi di era informasi sudah menjadi kebutuhan
pokok sehari-hari. Kedua alat tersebut selain memberikan informasi perkembangan
teknologi, juga memberikan informasi gaya hidup, perubahan sosial, pola pikir
dan sebagainya. Akibatnya globalisasi telah membawa implikasi yang sangat luas
terhadap segala aspek kehidupan manusia baik aspek ekonomi, sosial budaya,
politik, pendidikan, agama, serta aspek-aspek yang lain.
D.
Paradigma
etika pada era globalisasi
Suatu pandangan yang mendasar dari
tingkah laku, ahklak ( moral ) seseorang terhadap era globalisasi. Atau
singkatnya sebagai sudut pandang etika terhadap era globalisasi. Kesadaran moral erat kaitannya
dengan nilai-nilai,keyakinan seseorang dan pada prinsipnya semua manusia dewasa
tahu akan hal yang baik dan buruk, inilah yang disebut suara hati.perkambangan
ilmu pengetahuan dan tekhnologi pada era globalisasi berdampak pada perubahan
pola pikir manusia.
Dalam kenyataanya etika perlahan-lahan
mulai hilang seiring perkembangan jaman, coba kita lihat peristiwa-peristiwa
yang terjadi di sekitar kita banyak sekali persoalan yang melanggar etika, hal
ini terjadi karena kurangnya kesadaran manusia akan pentingnya etika. Hal
inilah yang menyebabkan terjadi berbagai peristiwa yang melanggar moral.
Kita semua tahu
bahwa pondasi untuk tegak berdirinya suatu negara adalah karena generasi
mudanya,remaja saat ini adalah pemimpin di hari esok.Di era globalisasi ini remaja di hadapkan dengan
beberapa permasalahan generasi muda,yang pertama adalah masalah gaya hidup
“style” kata orang-orang seberang sana .
Sebagai salah satu permasalahannya,
anak muda pada zaman sekarang paling tidak senang dengan yang namanya
aturan.Mereka justru lebih senang dengan kegiatan-kegiatan yang tak tentu
arah,nongkrong di sana mojok di sini,siangnya berhura-hura malamnya begadang,ngumpul
bareng itulah sebutan mereka.Mereka tidak menyadari bahwa rutinitas yang
mereka lakukan dapat menimbulkan setumpuk efek negatif dalam kehidupa
mereka.Contohnya narkoba yang sebelumya mereka tidak kenal sekarang menjadi
teman sejati dalam hidup mereka,pergaulan bebas yang sebelumnya mereka takuti
kini menjadi hal yang paling mereka senangi, bahasa yang baik, dan sopan santun
sudah tidak nampak lagi.
Permasalahan lain yang menyimpang dari
etika pada era globalisasi diantaranya adalah pelecehan sexual. Jika kita
tinjau dan berbicara masalah sex,sebelumnya kita akan lihat anggapan orang-orang
cendrung mengarah pada hal-hal negatif.Ini tidak dapat dipungkiri karena pada
setiap pembahasan sex ujung-ujungnya adalah pelecehan sexsual,sebagaimana
firman Alloh dalam surat Al-Jasiyah ayat 23 yang intinya mengatakan,bahwa
orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan,maka Alloh akan menutup
hatinya,sehingga diperingatkan atau tidak bagi mereka sama saja.Namun inilah
yang banyak terjadi pada generasi muda sekarang,contohnya pergaulan
bebas,mereka tidak pernah takut akan azab Alloh,tidak pernah merasa bersalah
dengan apa yang sudah mereka lakukan yang sebenarnya sangat menyimpang dari
norma agama,gonta ganti pasangan adalah hal yang biasa,bahkan yang lebih
ngerinya ada diantara mereka yang suka sesama jenis,yang heboh dengan sebutan
homo dan lesbi.
Adapun dampak dari perkembangan
etika pada era globalisasi diantaranya :
a.
Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya
modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran
nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
b.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi
lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c.
Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya
industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih
merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI, MORAL DAN SIKAP
1. Lingkungan keluarga.
Keluarga sebagai lingkungan pertama yang
mempengaruhi perkembangan nilai, moral dan sikap seseorang. Biasanya
tingkah laku seseorang berasal dari bawaan
ajaran orang tuanya. Orang-orang yang
tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan
orang tuanya di masa kecil,
kemungkinan besar mereka tidak mampu
mengembangkansuperegonyasehingga mereka bisa menjadi orang yang sering
melakukan pelanggaran norma.
2. Lingkungan Sekolah.
Disekolah, anak-anak mempelajari
nilai-nilai norma yang berlaku dimasyarakat sehingga mereka juga dapat menentukan mana tindakan
yang baik dan boleh dilakukan. Tentunya
dengan bimbingan guru. Anak-anak cenderung menjadikan guru sebagai model dalam bertingkah laku, oleh karena
itu seorang guru harus memiliki moral yang baik.
3. Lingkungan Pergaulan.
Dalam pengembangan kepribadian, faktor
lingkungan pergaulan juga turut mempengaruhi nilai, moral dan sikap seseorang.
Pada masa remaja, biasanya seseorang
selalu ingin mencoba suatu hal yang
baru. Dan selalu ada rasa tidak enak apabila
menolak ajakan teman. Bahkan terkadang seorang teman juga bisa dijadikan panutan baginya.
4. Lingkungan Masyarakat.
Masyarakatsendiri
juga memiliki pengaruhyang penting terhadappembentukan moral. Tingkah lakuyang
terkendali disebabkan oleh adanyacontrol dari masyarakat itu sendiri yang mempunyai
sanksi-sanksi tersendiri untuk
pelanggar-pelanggarnya.
UPAYA PENGEMBANGAN NILAI, MORAL DAN
SIKAP REMAJA
Perwujudan nilai, moral dan sikap tidak terjadi dengan sendirinya.
Dan tidak semua individu tidak mencapai
tingkat perkembangan moral s eperti apayangdiharapkan. Adapun upaya-upaya
yang dapat dilakukan untuk mengembangkannilai,
moral dan sikap, antara lain:
1. Penciptaan Komunikasi
Dalam komunikasi didahului dengan pemberian
informasi tentang nilai-nilai dan moral.
Anak tidak hanya harus mendengarkan
tetapi juga harus dirangsang agar lebih aktif. Misalnya mengikutsertakan ia dalam pengambilan keputusan dikeluarga dan pemberian tanggung jawab dalam
kelompok sebayanya. Karena nilai-nilai
kehidupan yang dipelajari barulah betul-betul berkembang apabila telah dikaitkan dalam konteks kehidupan besama.Selain itu, pengembangan juga bisa
dilakukan melalui proses pendidikan, pengasuhan,
perintah, larangan, pemberian hadiah, pemberian hukuman dan interfensi edukatif
dengan dibantu oleh para guru dan para orang tua untuk menanamkan nilai-nilai
luhur, moral dan sikapyang baik bagi anak-anaknya agar dapat berkembang menjadi generasi penerus yang
diharapkan.
2. Penciptaan Iklim Lingkungan Yang Serasi
Seseorang yang sikapnya
berhasil seperti apa yang diharapkan, umumnya
adalah seseorang yang hidup dalam
lingkungan yang positif, jujur dan konsekuen senantiasa mendukung bentuk
tingkah laku yang merupakan pencerminan dari
nilai-nilai hidup. Ini berarti bahwa pengembangan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan intelektual tetapi
juga mengutamakan adanya lingkungan yang kondusif, dimana faktor-faktor lingkungan itusendiri merupakan penjelmaan yang konkret dari
nilai-nilai hidup.Para remaja sering
kali menentang nilai-nilai dan dasar-dasar
hidup orangtua dan orang dewasa
lainnya. Ini tidak berarti mengurangi
kebutuhan mereka akansuatusystem
nilaiyang tetap. Mereka tetap menginginkansuatusystemnilaiyang akan menjadi pegangan dan petunjukbagi
perilaku mereka. Karena itu,orang tua,guru dan orang dewasa lainnya
patut memberikan contoh perilaku yang merupakan perwujudan nilai-nilai yang
diperjuangkan.
BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
Dalam kehidupan sehari-hari etika
sangatlah penting peranannya, karena dengan adanya etika maka dapat mengatur
bagaimana manusia dapat bergaul atau bersosialisasi dengan sesamanya. Yang
mendasari tumbuh kembangnya etika dalam kehidupan kita adalah agar perbuatan
yang tengah kita jalankan sesuai dengan adat atau kebiasaan yang berlaku dan
tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Etika sangat mempengaruhi kehidupan
manusia, karena dengan adanya etika membuat manusia berorientasi bagaimana ia
menjalankan kehidupannya dalam tindakannya sehari-hari dan bisa
membedakan perbuatannya benar atau salah.
Karena itu etika sangatlah penting kita
terapkan dalam kehidupan kita agar kita bisa membedakan mana perbuatan yang
baik dan mana yang buruk selain itu memberi batasan dalam pergaulan kita dengan
sesama agar bisa tercapai kehidupan yang aman dan tentram.Selain itu
dapat menciptakan suasana hidup yang aman dan tentram.
DAFTAR PUSTAKA
1. Bertens K, Etika, Tilburg,
Nederland,PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan XI, Oktober 2011)
2. Bertens K, Tilburg, Nederland, Pengembangan Diri, Inspirasional, Etika, Moral, Filsafat, PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan XI,
Oktober 2011)
3.
Yaqub, Hamzah. Etika Islam. Bandung : CV Diponegoro, 1988.
5.
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2262832-pengertian-era-globalisasi/#ixzz3q3ad4J00

Komentar
Posting Komentar