ANALISIS SIMULASI METODE STUDI LAPANGAN






ANALISIS  SIMULASI  METODE STUDI LAPANGAN


Diajukan Untuk Memenuhi Mata Kuliah Metode Pembelajaran Biologi




 


 




Disusun Oleh :
1.      Elma Sri Nurhayat                        2119110072
2.      Juju Julaeha                       2119110030
3.      Septian Christy                 2119110095
4.      Wiwit Mukti Rahayu        2119110023




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2013



ISI

A.    Hasil Pengamatan Simulasi Metode Studi Lapangan
Nama Guru Simulasi   : Septian Christy
Kelas                           : X-1
Materi Pokok              : Keanekaragaman Hayati

Sintesis                        :
Jam : 11.20
G : assalamualaikum wr.wb
S2: wa’alaikumsalam wr.wb
G : ada yang tidak hadir ?
S2: ada pa
G : siapa ?
S2: Ade moch iqbal pa
G : ade ? kenapa ?
S2: sakit pa
G : sakit apa ? sudah berapa hari ?
S2: 3 hari pa
G : udah pada di tengok ?
S2: belum pa !jauh ..
G : dimana emang ?
S2: di majalengka pa
G : caket atuh neng majalengkamah, ya baik sebelumnya bapak sudah membahas tentang jamur, ada yang masih ingat apa itu jamur atau tentang jamur ?
S : saya pa !
G : ya kamu Regina coba apa yang bisa kamu simpulkan !!
S : jadi pa jamur itu memiliki ciri-ciri yang berbeda yang meliputi dari variasi bentuk, warna, jumlah dan sifat – sifat lainnya.
G : ya benar seperti apa yang telah dikatakan oleh temen kalian regina bahwa jamur memiliki banyak ciri-cirri yang berbeda-beda yang meliputi banyak variasi, hal tersebut bisa disimpulkan bahwa jamur itu sendiri memiliki banyak keanekaragaman, nah sekarang  dari kesimpulan jamur tadi kita akan membahas tentang keanekaragaman hayati ( guru menyebutkan keanekaragaman hayati sambil menulis pada papan tulin/ white board “KEANEKA RAGAMAN HAYATI” ), ya selanjutnya bapak akan bertantaya lebih dahulu kepada salah satu teman kalian, coba dede apa itu kenakeragaman hayati ?
S : keanekaragaman hayati itu bermacam” pa
G : berrmacam-macam apa de ?
S : mahluk hidup pa
G : ya betul ! jadi keanekaragaman hayati itu dari kata keanekaragamannya yang berarti bermacam-macam atau beragam dan hayati yaitu mahluk hidup , baik de selanjutnya bapak akan menanyakan tentang perjalan dede dari rumah sampai kesekolah SMA 3 ini naik apa de ?
S : naik mtor pa
G : nah ! berapa jam de dari rumah menuju sekolah ?trs dimana rumah dede teh ?
S : 20 menit pa, rumah saya di baregbeg pa
G ; wah ? dari baregbeg sampai ke sekolah Cuma hanya 20 menit de ?
S : iya pa 20 menit
G : emang dede naik motor apa ?
S : ninja RR pa
G : ouuuhh yang di parkiran deket koprasi de ?
S : iya pa
G :wah hebat atu de,  tapi yang jadi pertanyaan bapak bukan itu sebenernya de, bapa mu bertanya dari perjalanan dede dari rumah sampai ke sekolah sudah melihat keanekaragaman apa aja de ?
S :macam – macam tumbuhan dan hewan.
G : iya, contohnya apa aja ? coba sebutkan!
S : banyak pa, ada pohon palem, mahoni, jati, nangka, mangga, trs pa hewannya ada anjing, kerbau, burung, dan ayam.
G : banyak banget de yang dede liat di perjalanan, kade de sing focus ka jalan ulah luak lieuk
S : hehehe iya pa
G: nah itu adalah contoh dari keanekaragaman hayati anak-anak
S2: iya pak

Jam : 11.25
G :keanekaragaman hayati meliputi 3 tingkatan’ yang pertama ada yang disebut keanekaragaman tingkat gen, yang kedua ada keanekaragaman tingkat jenis, yang ke tiga ada yang disebut dengan keanekaragaman tingkat ekosistem, baik ! ( guru berbicara sambil menulis di white board tingkatan-tingkatan)
Yang pertama tingkat gen, contohnya manusia yang berambut keriting, lurus, ikal, pada bunga mawar terdapat mawar merah muda, merah, dan putih.
Kemudian yang tingkat jenis, contohnya ada bebek, itik, ayam, dan merpati.
Pada keanekaragaman tingkat ekosistem, contohnya ada ekosistem darat dan perairan.

Jam : 11.27
Pertemuan kali ini bapa akan mengajak kalian belajar diluar kelas, tapi sebelumnya bapak akan membagi kedalam 6 kelompok. Bapa saja ya yang menentukan?
S2: iya.

Jam : 11.29
G : Yang bapa sebut namanya berkumpul ya sesuai kelompoknya masing – masing (guru membagi kelompok dengan menyebutkannya, siswa-siswa yang disebut namanya bekumpul di satu tempat).



Jam : 11.31
Untuk kelompok 1 dan 2 akan mengamati keanekaragaman tingkat gen, untuk kelompok 3 dan 4 akan mengamati keanekaragaman tingkat jenis, dan untuk kelompok 5 dan 6 akan mengamati keanekaragaman tingkat ekosistem.

Jam : 11.32
(guru membagikan LKS pada tiap-tiap kelompok)
S2: iya
G : silahkan baca dulu dari atas sampai bawah, apabila ada yang kurang dimengerti bisa ditanyakan.
S : waktunya berapa menit pa?

Jam : 11.33
G : oia, waktunya 15 menit saja. Cukup tidak ya?
S2: cukup pa
G : gimana? Sudah paham semua tentang LKSya
S2: sudah pa
G : nanti presentasikan hasil pengamatan kalian dan diskusikan pertanyaan yang terdapat pada LKS dengan anggota kelompok kalian.
Karena waktunya sudah siang, kita langsung keluar saja.

Jam : 11.35
(siswa keluar kelas dan guru belakangan setelah memastikan pintu kelas ditutup)

Jam : 11.36
Siswa-siswa berhenti dibelakang kelas untuk melakukan pengamatan)
S : pak kita mengamatinya disebelah mana?
G : iya. Untuk kelompok tingkat gen, kalian bisa melakukan pengamatan disebelah sana, untuk yang jenis disini saja (guru berbicara sambil menunjuk tempat yang harus dituju untuk pengamatan)
S : kalau yang ekosistem dimana pak ?
G : untuk ekosistem kalian bisa mengamati disekitar sini dan kolam. Tumbuhan dan hewan apa saja yang ada didalamnya. Amati apakah ada perbedaan dan persamaan antara tumbuhan dan hewan yang hidup di darat dengan yang hidup di air.
S : terimakasih pak

Jam : 11.38
(Masing-masing kelompok berpencar ke tempat yang berbeda untuk melakukan pengamatan sesuai intruksi dari guru)

Jam : 11.39
S : (kelompok tingkat  gen memanggil pa guru) bapa kurang mengerti yang tingkat gen gimana ?
G : y contohnya disini kan banyak pohon pisang. Jadi kalian amati macam – macam tanaman pisang yang ada disini. Dari tanaman pisang yang satu dengan yang lainnya pasti mempunyai beberapa perbedaan, mulai dari ukuran/ketinggian, bentuk dan warna daun dan juga bentuk dan warna buahnya jika sudah berbuah
S : oh iya pak, baik!
S : untuk ngukur tingginya bagaimana? G bawa penggaris. (siswa saling bertanya kepada temannya)
G : untuk tingginya kalian tidak usah mengukur dengan penggaris tetapi bandingkan saja antara tanaman pisang yang satu dengan tanaman pisang yang lainnya. Jika tinggi tanaman pisang yang ini (sambil menunjuk salah satu tanaman pisang yang sedang diamati oleh salah satu kelompok) tingginya sama dengan yang itu (menunjuk tanaman pisang yang lainnya) maka kita sebut normal saja. Dan jika nanti terdapat tanaman pisang yang lebih pendek dari tanaman pisang yang kalian amati maka sebut saja pendek, begitu! Apa bisa dimengerti ?
S : oh iya pak bisa. Terimakasih pak
G : iya. Ya sudah, sekarang lanjutkan lagi pengamatannya.
S : baik pak

S : pak yang jenis gimana? Belum mengerti. (salah satu siswa dari kelompok jenis memanggil pak guru dan pak guru datang menghampiri mereka untuk memberikan penjelasan)
G : ya gimana. Apa yang kalian tidak paham?
S : yang jenis itu misalnya yang bagaimana pak ? masih bingung.
G : oh iya baik. Yang jenis itu contohnya ada pohon palem, pohon kelapa, pohon aren. Seperti itu.
S : kalau semacam rerumputan seperti yang ada disini bagaimana pak?
G : iya itu juga merupakan contohnya. Itu bisa kalian amati.
S : baik kalau begitu pak. Terimakasih pak.
G : iyaa. Sekarang amati dan jawab pertanyaan yang ada di LKS ya

(ketika guru sedang menjelaskan, kelompok yang mengamati keanekaragaman ekosistem menghampiri dan meminta ijin untuk pergi ke kolam)
S : pak mau ke kolam dulu ?
G : iya. Kade nya, lalaunan. Jalanna leueur
S2: muhun pak

(tidak lama dari itu guru menghampiri kelompok yang mengamati keanekaeragaman tingkat ekosistem yang sedang mengamati ekosistem kolam)
G : bagaimana ini sudah ?
S : ukurannya gimana pak ?
G : ukurannya normal saja.
 (siswa berdiskusi sambil mengamati)

(guru memanggil dan menyuruh siswa-siswa untuk kembali lagi kedalam kelas karena waktu pengamatan sudah hampir habis. Rata-rata mereka sedang mengisi LKS )
G : waktunya sudah habis, kita kembali lagi ke kelas ya
S2: iya pak.

Jam : 11.45
(guru memanggil kelompok feri yang masih mengamati ekosistem disekitar kolam)
G : fer, sudah belum? Kalo sudah kembali lagi ke kelas
S : sebentar lagi pak
G : sok waktunya 2 menit lagi. Ulah lami – lami teuing nya.

Jam : 11.49
(semua siswa mulai kembali lagi ke kelas)

Jam : 11.50
G : calikna berkelompok deuinya?
S2: iya pak.
G : tos di isi sadaya?
Pmi atos mah langsung presentasi saja, bapa tunjuk.
S : sendiri saja pak?
G : iya satu orang perkewakilan kelompok dari tiap tingkatan.

11.51
(presentasi)
G : presentasi yang pertama dari perwakilan kelompok tingkat gen.
(ratini maju ke depan  untuk mempresentasikan hasil pengamatan dan diskusi kelompok keanekaragaman tingkat gen)
S : iya tadi kami sudah mengamati beberapa tanaman pisang yang ada disekitar kebun belakang kelas.
Pertanyaan no 1. Adakah persamaan dan perbedaan ciri yang terdapat pada  tanaman pisang yang kalian amati tersebut? Jika ada jelaskan secara singkat!
Ada, perbedaannya warna batang semu. Tanaman pisang ini ada yang berwarna kuning kehijauan, merah kehijauan da hijau muda, kedua sisi membulat, satu sisi membulat dan kedua sisi meruncing, kemudian dari warna daun permukaan bawah daun juga sangat bervariasi ada yang hijau kekuningan, hijau sedang, dan hijau agak merah keunguan, untuk persamaannya ketiga tanaman pisang memiliki ketinggian yang sama (pendek).
Pertanyaan no 2. Jelaskan  pendapat anda tentang keanekaragaman tingkat gen!
Menurut diskusi kelompok kami bahwa keanekaragaman tingkat gen merupakan keanekaragaman hayati yang menunjukan seluruh variasi jumlah dan susunan gen pada makhluk hidup.
Pertanyaan no 3. Jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi keanekaragaman tingkat gen!
Faktor lingkungan
Dan pertanyaan terakhir. Buatlah kesimpulan tentang pengertian keanekaragaman hayati dari hasil pengamatan!
Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan/totalitas variasi gen, spesie, dan ekosistem pada suatu daerah

G : terimakasih, tepuk tangan..
S2: ( tepuk tangan )

G : nah, sekarang dilanjut untuk kelompok 3 dan 4. Siapa perwakilannya??
(Dede Suwandi maju ke depan untuk mewakili kelompok keanekaragaman tingkat jenis)
Dede :  assalamua’alaikum Wr.Wb.
S2: Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
Dede : baik disini saya akan mempresentasikan hasil pengamatan dan diskusi dari kelompok saya. Dari keanekaragaman tingkat jenis tadi kami mengamati kaliandra, pohon alba dan pohon sengon / pete cina. Adapun persamaannya yaitu mempunyai bentuk akar tunggang dan daun menyirip ganda, sementara perbedaannya terdapat pada batang dimana batang kaliandra bentuknya memanjang, tegak dan bercabang, untuk pohon alba, batangnya memanjang dan bercabang dan pada pohon sengon batangnya melengkung dan bercabang. Dan dari ukuran tingginya berbeda beda. Kaliandra sekitar 10 m, pohon alba sekitar 15 m, dan pohon Sengon sekitar 7 m.
Jadi keanekaragaman tingkat jenis merupakan variasi dari berbagai tumbuhan dalam jenisnya. Kesimpulannya masih adanya perbedaan pada tumbuhan walaupun dalam satu jenis dan ekosistem yang mereka bentuk.
G : ya terimakasih dede.
(guru dan siswa bertepuk tangan)

Jam : 11.54
Iya untuk kelompok selanjutnya, siapa perwakilannya.
(feri maju ke depan kelas untuk mewakili kelompok keanekaragaman tingkat ekosistem)
G : iya silahkan feri
Feri : Assalamu’alaikum Wr. Wb.
S2: wa’alaikumslam Wr. Wb.
Feri : saya disini akan menjelaskan hasil pengamatan dan diskusi kelompok kami mengenai keanekaragaman ekosistem. Tadi kami sempat mengamati ekosistem di darat dan perairan. Untuk di kolam tadi kami mengamati ada beberapa ikan lele, ikan  mujair, ikan mas, sementara di darat tadi kami menemukan semut, belalang, kadal.
Untuk ukuran hewan di air lebih banyak yang besar dari pada di daratan. Untuk ukuran daun pada tanaman di air juga lebih lebar dibandingkan ukuran daun yang ada di daratan yang pada umumnya kecil. Sementara itu, di darat batang tanamannya lebih padat dan cenderung keras dibandingkan dengan tanaman yang ada di air yang sewaktu dipegang terasa lemas dan mengecil. Dan untuk alat gerak hewan yang hidup di air berupa sirip, dan yang di daratan menggunakan kaki ataupun sayap.
Faktor yang mempengaruhi persamaan dan perbedaan cirri tersebut yaitu lingkungan tentunya, diantaranya ada suhu, kelembaban, pH, dan cahaya.
Jadi kesimpulannya keanekaragaman tingkat ekosistem merupakan himpunan seluruh populasi yang ada di suatu tempat untuk hidup tumbuhan dan hewan.
Sekian presentasi dari saya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
S2: wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Jam : 11.57
(feri kembali ketempat duduk dan siswa bertepuk tangan)
G : iyaa,, bagus sekali presentasinya.
Ada yang mau ditanyakan tidak untuk materi ini dan apa yang telah teman kalian jelaskan tadi?
S2: tidak pak
G : baik kalau tidak ada yang ditanyakan maka bapak akan menyimpulkan bahwa keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang menunjukkan variasi, jenis dan ekosistem di suatu daerah tertentu. Keanekaragaman hayati di bagi menjadi 3 tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis dan keanekaragaman ekosistem.
Keanekaragaman tingkat gen merupakan keanekaragaman yang menyebabkan variasi antar individu sejenis. Contohnya pada jenis mangga : mangga cengkir, mangga harum manis, mangga gedong, mangga kweni, dll.
Keanekaragaman tingkat jenis merupakan keanekaragaman yang mudah diamati karena perbedaannya sangat mencolok. Contohnya adalah pohon kelapa, kurma, sagu.
Dan keanekaragaman tingkat ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkugannya. Ekosistem terdiri dari faktor biotik dan faktor abiotik yang memiliki berbagai variasi. Oleh karena itu ekosistem yang terdiri dari faktor biotik dan abiotik bervariasi pula. Contohnya adalah ekosistem pantai, ekosistem air tawar, ekosistem padang rumput, dll.


Jam : 11.59
G : Baik karena waktunya sudah mau habis, bapak akan memberikan tugas untuk minggu depan. kalian bawa 3 tanaman yang termasuk kedalam keanekaragaman tingkat jenis yang ada disekitar lingkungan kalian. Bawanya yang kecil-kecil saja biar tidak susah, tidak perlu yang besar ya.
Dan satu lagi, untuk minggu depan kita akan membahas mengenai manfaat keanekaragaman hayati. Jadi kalian belajar dulu dirumah ya biar besok bisa nyambung. Materi yang tadi juga jangan lupa dibaca lagi.
Cukup sekian dari bapak, semoga bermanfaat.

Jam 12.01
G : Assalamu’alaikum Wr. Wb.
S2: wa’alaikumsalam Wr. Wb.
B.     Analisis Simulasi Metode Studi Lapangan
1.      Keunggulan
a.       Pendekatan belajar ( Siklus Belajar )
Pada pendekatan siklus belajar terdapat beberapa fase diantaranya :
Ø  Fase engage ( menarik perhatian – mengikat )
Pada fase engage merupakan fase awal. Pada fase ini guru menciptakan situasi teka teki sesuai topic yang akan dipelajari siswa. Guru dapat mengajukan pertanyaan dan jawaban siswa digunakan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang telah diketahui oleh mereka. Pada fase ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa.
Berikut bagian simulasi yang menerapkan fase engage :
G : caket atuh neng majalengkamah, ya baik sebelumnya bapak sudah membahas tentang jamur, ada yang masih ingat apa itu jamur atau tentang jamur ?
S : saya pa !
G : ya kamu Regina coba apa yang bisa kamu simpulkan !!
S : jadi pa jamur itu memiliki ciri-ciri yang berbeda yang meliputi dari variasi bentuk, warna, jumlah dan sifat – sifat lainnya.
G : ya benar seperti apa yang telah dikatakan oleh temen kalian regina bahwa jamur memiliki banyak ciri-cirri yang berbeda-beda yang meliputi banyak variasi, hal tersebut bisa disimpulkan bahwa jamur itu sendiri memiliki banyak keanekaragaman, nah sekarang  dari kesimpulan jamur tadi kita akan membahas tentang keanekaragaman hayati ( guru menyebutkan keanekaragaman hayati sambil menulis pada papan tulin/ white board “KEANEKA RAGAMAN HAYATI” ), ya selanjutnya bapak akan bertantaya lebih dahulu kepada salah satu teman kalian, coba dede apa itu kenakeragaman hayati ?
S : keanekaragaman hayati itu bermacam” pa
G : berrmacam-macam apa de ?
S : mahluk hidup pa
G : ya betul ! jadi keanekaragaman hayati itu dari kata keanekaragamannya yang berarti bermacam-macam atau beragam dan hayati yaitu mahluk hidup , baik de selanjutnya bapak akan menanyakan tentang perjalan dede dari rumah sampai kesekolah SMA 3 ini naik apa de?
S : naik mtor pa
G : nah ! berapa jam de dari rumah menuju sekolah ?trs dimana rumah dede teh ?
S : 20 menit pa, rumah saya di baregbeg pa
G ; wah ? dari baregbeg sampai ke sekolah Cuma hanya 20 menit de ?
S : iya pa 20 menit
G : emang dede naik motor apa ?
S : ninja RR pa
G : ouuuhh yang di parkiran deket koprasi de ?
S : iya pa
G :wah hebat atu de,  tapi yang jadi pertanyaan bapak bukan itu sebenernya de, bapa mu bertanya dari perjalanan dede dari rumah sampai ke sekolah sudah melihat keanekaragaman apa aja de ?
S :macam – macam tumbuhan dan hewan.
G : iya, contohnya apa aja ? coba sebutkan!
S : banyak pa, ada pohon palem, mahoni, jati, nangka, mangga, trs pa hewannya ada anjing, kerbau, burung, dan ayam.
G : banyak banget de yang dede liat di perjalanan, kade de sing focus ka jalan ulah luak lieuk
S : hehehe iya pa
G: nah itu adalah contoh dari keanekaragaman hayati anak-anak
S2: iya pak


Ø  Fase Eksplorasi
Fase eksplorasi yaitu menyelidiki suatu fenomena dengan bimbingan minimal, untuk membawa siswa ada identifikasi suatu pola keteraturan dalam fenomena yang diselidiki. Pada fase eksplorasi, siswa terlibat secara aktif intuk mngeksplorasi objek, peristiwa atau situasi menarik melalui pengamatan (observasi) atau penggunaan panca indera. Melalui kegiatan dalam fase ini, siswa diharapkan mampu menetapkan hubungan-hbungan, mengamati pola, mengidentifikasi variable dan bertanya tentang suatu peristiwa. Tujuan dari fase eksplorasi iniadalah melibatkan siswa secara aktif dalam suatu kegiatan yang dapat menumbuhkan rassa ingin tahu, motivasi dalam belajar, berinteraksi dengan teman dan guru serta meningkatkan komunikasi yang bermakna dalam mengembangkan konsep tertentu (Dasna dan Sutrisno, 2004). Serangkaian kegiatan yang dapat dilakukan siswa pada fase eksplorasi, seperti : melakukan pengamatan (observasi), membaca uraian, membaca dan menganalisa artikel, membaca tabel dan berdiskusi.
Berikut bagian simulasi yang menerapkan fase eksplorasi :
Jam : 11.35
(siswa keluar kelas dan guru belakangan setelah memastikan pintu kelas ditutup)

Jam : 11.36
Siswa-siswa berhenti dibelakang kelas untuk melakukan pengamatan)
S : pak kita mengamatinya disebelah mana?
G : iya. Untuk kelompok tingkat gen, kalian bisa melakukan pengamatan disebelah sana, untuk yang jenis disini saja (guru berbicara sambil menunjuk tempat yang harus dituju untuk pengamatan)
S : kalau yang ekosistem dimana pak ?
G : untuk ekosistem kalian bisa mengamati disekitar sini dan kolam. Tumbuhan dan hewan apa saja yang ada didalamnya. Amati apakah ada perbedaan dan persamaan antara tumbuhan dan hewan yang hidup di darat dengan yang hidup di air.
S : terimakasih pak

Jam : 11.38
(Masing-masing kelompok berpencar ke tempat yang berbeda untuk melakukan pengamatan sesuai intruksi dari guru)

Jam : 11.39
S : (kelompok tingkat  gen memanggil pa guru) bapa kurang mengerti yang tingkat gen gimana ?
G : y contohnya disini kan banyak pohon pisang. Jadi kalian amati macam – macam tanaman pisang yang ada disini. Dari tanaman pisang yang satu dengan yang lainnya pasti mempunyai beberapa perbedaan, mulai dari ukuran/ketinggian, bentuk dan warna daun dan juga bentuk dan warna buahnya jika sudah berbuah
S : oh iya pak, baik!
S : untuk ngukur tingginya bagaimana? G bawa penggaris. (siswa saling bertanya kepada temannya)
G : untuk tingginya kalian tidak usah mengukur dengan penggaris tetapi bandingkan saja antara tanaman pisang yang satu dengan tanaman pisang yang lainnya. Jika tinggi tanaman pisang yang ini (sambil menunjuk salah satu tanaman pisang yang sedang diamati oleh salah satu kelompok) tingginya sama dengan yang itu (menunjuk tanaman pisang yang lainnya) maka kita sebut normal saja. Dan jika nanti terdapat tanaman pisang yang lebih pendek dari tanaman pisang yang kalian amati maka sebut saja pendek, begitu! Apa bisa dimengerti ?
S : oh iya pak bisa. Terimakasih pak
G : iya. Ya sudah, sekarang lanjutkan lagi pengamatannya.
S : baik pak

S : pak yang jenis gimana? Belum mengerti. (salah satu siswa dari kelompok jenis memanggil pak guru dan pak guru datang menghampiri mereka untuk memberikan penjelasan)
G : ya gimana. Apa yang kalian tidak paham?
S : yang jenis itu misalnya yang bagaimana pak ? masih bingung.
G : oh iya baik. Yang jenis itu contohnya ada pohon palem, pohon kelapa, pohon aren. Seperti itu.
S : kalau semacam rerumputan seperti yang ada disini bagaimana pak?
G : iya itu juga merupakan contohnya. Itu bisa kalian amati.
S : baik kalau begitu pak. Terimakasih pak.
G : iyaa. Sekarang amati dan jawab pertanyaan yang ada di LKS ya

(ketika guru sedang menjelaskan, kelompok yang mengamati keanekaragaman ekosistem menghampiri dan meminta ijin untuk pergi ke kolam)
S : pak mau ke kolam dulu ?
G : iya. Kade nya, lalaunan. Jalanna leueur
S2: muhun pak

(tidak lama dari itu guru menghampiri kelompok yang mengamati keanekaeragaman tingkat ekosistem yang sedang mengamati ekosistem kolam)
G : bagaimana ini sudah ?
S : ukurannya gimana pak ?
G : ukurannya normal saja.
 (siswa berdiskusi sambil mengamati)

(guru memanggil dan menyuruh siswa-siswa untuk kembali lagi kedalam kelas karena waktu pengamatan sudah hampir habis. Rata-rata mereka sedang mengisi LKS )
G : waktunya sudah habis, kita kembali lagi ke kelas ya
S2: iya pak.

Jam : 11.45
(guru memanggil kelompok feri yang masih mengamati ekosistem disekitar kolam)
G : fer, sudah belum? Kalo sudah kembali lagi ke kelas
S : sebentar lagi pak
G : sok waktunya 2 menit lagi. Ulah lami – lami teuing nya.

Ø  Fase Explain ( Pengenalan Konsep )
Yaitu mendiskusikan konsep-konsep yang berhubungan dengan fenomena yang diselidiki. Pada fase ini, siswa diberi paparan untuk memperkenalkan konsep inti pelajaran yang dikaaitkan langsung dengan fase eksplorasi. Dalam fase ini guru membimbing siswa untuk mempresentasikan data yang telah diperoleh pada fase eksplorasi. Pada fase ini siswa  mendapatkan penjelasan tentang konsep yang ditemukan dan memperoleh informasi yang berhubungan dengan konsep yang dipelajari dengan kehisupan sehari-hari. Berbagai kegiatan pembelajaran dapat digunakan dalam fase ini seperti : penggunaan bacaan kutipan dari buku teks, contoh soal, dan model pengayaan lain untuk memperjelas konsep yang telah ditemukan sebelumnya. Uraian pengayaan diarahkan untuk menyamakan persepsi, definisi atau hubungan anatar konsep (Dasna dan Sutrisno, 2004)
Berikut bagian simulasi yang menerapkan fase explain atau pengenalan konsep :
Jam : 11.51
(presentasi)
G : presentasi yang pertama dari perwakilan kelompok tingkat gen.
(ratini maju ke depan  untuk mempresentasikan hasil pengamatan dan diskusi kelompok keanekaragaman tingkat gen)
S : iya tadi kami sudah mengamati beberapa tanaman pisang yang ada disekitar kebun belakang kelas.
Pertanyaan no 1. Adakah persamaan dan perbedaan ciri yang terdapat pada  tanaman pisang yang kalian amati tersebut? Jika ada jelaskan secara singkat!
Ada, perbedaannya warna batang semu. Tanaman pisang ini ada yang berwarna kuning kehijauan, merah kehijauan da hijau muda, kedua sisi membulat, satu sisi membulat dan kedua sisi meruncing, kemudian dari warna daun permukaan bawah daun juga sangat bervariasi ada yang hijau kekuningan, hijau sedang, dan hijau agak merah keunguan, untuk persamaannya ketiga tanaman pisang memiliki ketinggian yang sama (pendek).
Pertanyaan no 2. Jelaskan  pendapat anda tentang keanekaragaman tingkat gen!
Menurut diskusi kelompok kami bahwa keanekaragaman tingkat gen merupakan keanekaragaman hayati yang menunjukan seluruh variasi jumlah dan susunan gen pada makhluk hidup.
Pertanyaan no 3. Jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi keanekaragaman tingkat gen!
Faktor lingkungan
Dan pertanyaan terakhir. Buatlah kesimpulan tentang pengertian keanekaragaman hayati dari hasil pengamatan!
Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan/totalitas variasi gen, spesie, dan ekosistem pada suatu daerah

G : terimakasih, tepuk tangan..
S2: ( tepuk tangan )

G : nah, sekarang dilanjut untuk kelompok 3 dan 4. Siapa perwakilannya??
(Dede Suwandi maju ke depan untuk mewakili kelompok keanekaragaman tingkat jenis)
Dede :  assalamua’alaikum Wr.Wb.
S2: Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
Dede : baik disini saya akan mempresentasikan hasil pengamatan dan diskusi dari kelompok saya. Dari keanekaragaman tingkat jenis tadi kami mengamati kaliandra, pohon alba dan pohon sengon / pete cina. Adapun persamaannya yaitu mempunyai bentuk akar tunggang dan daun menyirip ganda, sementara perbedaannya terdapat pada batang dimana batang kaliandra bentuknya memanjang, tegak dan bercabang, untuk pohon alba, batangnya memanjang dan bercabang dan pada pohon sengon batangnya melengkung dan bercabang. Dan dari ukuran tingginya berbeda beda. Kaliandra sekitar 10 m, pohon alba sekitar 15 m, dan pohon Sengon sekitar 7 m.
Jadi keanekaragaman tingkat jenis merupakan variasi dari berbagai tumbuhan dalam jenisnya. Kesimpulannya masih adanya perbedaan pada tumbuhan walaupun dalam satu jenis dan ekosistem yang mereka bentuk.
G : ya terimakasih dede.
(guru dan siswa bertepuk tangan)

Jam : 11.54
Iya untuk kelompok selanjutnya, siapa perwakilannya.
(feri maju ke depan kelas untuk mewakili kelompok keanekaragaman tingkat ekosistem)
G : iya silahkan feri
Feri : Assalamu’alaikum Wr. Wb.
S2: wa’alaikumslam Wr. Wb.
Feri : saya disini akan menjelaskan hasil pengamatan dan diskusi kelompok kami mengenai keanekaragaman ekosistem. Tadi kami sempat mengamati ekosistem di darat dan perairan. Untuk di kolam tadi kami mengamati ada beberapa ikan lele, ikan  mujair, ikan mas, sementara di darat tadi kami menemukan semut, belalang, kadal.
Untuk ukuran hewan di air lebih banyak yang besar dari pada di daratan. Untuk ukuran daun pada tanaman di air juga lebih lebar dibandingkan ukuran daun yang ada di daratan yang pada umumnya kecil. Sementara itu, di darat batang tanamannya lebih padat dan cenderung keras dibandingkan dengan tanaman yang ada di air yang sewaktu dipegang terasa lemas dan mengecil. Dan untuk alat gerak hewan yang hidup di air berupa sirip, dan yang di daratan menggunakan kaki ataupun sayap.
Faktor yang mempengaruhi persamaan dan perbedaan cirri tersebut yaitu lingkungan tentunya, diantaranya ada suhu, kelembaban, pH, dan cahaya.
Jadi kesimpulannya keanekaragaman tingkat ekosistem merupakan himpunan seluruh populasi yang ada di suatu tempat untuk hidup tumbuhan dan hewan.
Sekian presentasi dari saya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
S2: wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Jam : 11.57
(feri kembali ketempat duduk dan siswa bertepuk tangan)
G : iyaa,, bagus sekali presentasinya.
Ada yang mau ditanyakan tidak untuk materi ini dan apa yang telah teman kalian jelaskan tadi?
S2: tidak pak
G : baik kalau tidak ada yang ditanyakan maka bapak akan menyimpulkan bahwa keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang menunjukkan variasi, jenis dan ekosistem di suatu daerah tertentu. Keanekaragaman hayati di bagi menjadi 3 tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis dan keanekaragaman ekosistem.
Keanekaragaman tingkat gen merupakan keanekaragaman yang menyebabkan variasi antar individu sejenis. Contohnya pada jenis mangga : mangga cengkir, mangga harum manis, mangga gedong, mangga kweni, dll.
Keanekaragaman tingkat jenis merupakan keanekaragaman yang mudah diamati karena perbedaannya sangat mencolok. Contohnya adalah pohon kelapa, kurma, sagu.
Dan keanekaragaman tingkat ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkugannya. Ekosistem terdiri dari faktor biotik dan faktor abiotik yang memiliki berbagai variasi. Oleh karena itu ekosistem yang terdiri dari faktor biotik dan abiotik bervariasi pula. Contohnya adalah ekosistem pantai, ekosistem air tawar, ekosistem padang rumput, dll.



Ø  Fase Evaluate (Penilaian)
Evaluasi dilakukan selama pembelajaran dilangsungkan. Guru bertugas unuk mengobservasi pengetahuan dan kecakapan siswa dalam mengaplikasikan konsep dan perubahan berpikir siswa.
Berikut bagian simulasi yang menerapkan fase evaluate :
(Siswa di suruh menjawab pertanyaan dari LKS)
G : nanti presentasikan hasil pengamatan kalian dan diskusikan pertanyaan yang terdapat pada LKS dengan anggota kelompok kalian.
G : Baik karena waktunya sudah mau habis, bapak akan memberikan tugas untuk minggu depan. kalian bawa 3 tanaman yang termasuk kedalam keanekaragaman tingkat jenis yang ada disekitar lingkungan kalian. Bawanya yang kecil-kecil saja biar tidak susah, tidak perlu yang besar ya.

b.      Metode Pembelajaran (Studi Lapangan)
     Studi lapang berarti kegiatan belajar yang dilaksanakan sekelompok siswa di luar ruangan kelas. Kegiatan itu memungkinkan para siswa memperoleh pengalaman langsung dengan bahan dan gejala dalam lingkungan alami atau yang sebenarnya. Mereka mengamati dan mengumpulkan data di sana.
Suatu studi lapang yang dirancang dengan cermat dan dilaksanakan dengan sukses memiliki beberapa keuntungan berikut.
1.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi pengamat yang  cermat
2.      Memungkinkan siswa memverifikasi hasil belajar di dalam ruangan  kelas, perpustakaan atau laboratorium buatan.
3.      Secara spontan siswa akan berpartisipasi aktif dan belajar menjadi  anggota kelompok yang bertanggung jawab.
4.      Memungkinkan adanya peningkatan hubungan guru-siswa,  peningkatan motivasi siswa
Ketika guru mengajak keluar muridnya untuk mengamati langsung sampai pengamatan selesai.
Karena waktunya sudah siang, kita langsung keluar saja.

Jam : 11.35
(siswa keluar kelas dan guru belakangan setelah memastikan pintu kelas ditutup)

Jam : 11.36
Siswa-siswa berhenti dibelakang kelas untuk melakukan pengamatan)
S : pak kita mengamatinya disebelah mana?
G : iya. Untuk kelompok tingkat gen, kalian bisa melakukan pengamatan disebelah sana, untuk yang jenis disini saja (guru berbicara sambil menunjuk tempat yang harus dituju untuk pengamatan)
S : kalau yang ekosistem dimana pak ?
G : untuk ekosistem kalian bisa mengamati disekitar sini dan kolam. Tumbuhan dan hewan apa saja yang ada didalamnya. Amati apakah ada perbedaan dan persamaan antara tumbuhan dan hewan yang hidup di darat dengan yang hidup di air.
S : terimakasih pak

Jam : 11.38
(Masing-masing kelompok berpencar ke tempat yang berbeda untuk melakukan pengamatan sesuai intruksi dari guru)

Jam : 11.39
S : (kelompok tingkat  gen memanggil pa guru) bapa kurang mengerti yang tingkat gen gimana ?
G : y contohnya disini kan banyak pohon pisang. Jadi kalian amati macam – macam tanaman pisang yang ada disini. Dari tanaman pisang yang satu dengan yang lainnya pasti mempunyai beberapa perbedaan, mulai dari ukuran/ketinggian, bentuk dan warna daun dan juga bentuk dan warna buahnya jika sudah berbuah
S : oh iya pak, baik!
S : untuk ngukur tingginya bagaimana? G bawa penggaris. (siswa saling bertanya kepada temannya)
G : untuk tingginya kalian tidak usah mengukur dengan penggaris tetapi bandingkan saja antara tanaman pisang yang satu dengan tanaman pisang yang lainnya. Jika tinggi tanaman pisang yang ini (sambil menunjuk salah satu tanaman pisang yang sedang diamati oleh salah satu kelompok) tingginya sama dengan yang itu (menunjuk tanaman pisang yang lainnya) maka kita sebut normal saja. Dan jika nanti terdapat tanaman pisang yang lebih pendek dari tanaman pisang yang kalian amati maka sebut saja pendek, begitu! Apa bisa dimengerti ?
S : oh iya pak bisa. Terimakasih pak
G : iya. Ya sudah, sekarang lanjutkan lagi pengamatannya.
S : baik pak

S : pak yang jenis gimana? Belum mengerti. (salah satu siswa dari kelompok jenis memanggil pak guru dan pak guru datang menghampiri mereka untuk memberikan penjelasan)
G : ya gimana. Apa yang kalian tidak paham?
S : yang jenis itu misalnya yang bagaimana pak ? masih bingung.
G : oh iya baik. Yang jenis itu contohnya ada pohon palem, pohon kelapa, pohon aren. Seperti itu.
S : kalau semacam rerumputan seperti yang ada disini bagaimana pak?
G : iya itu juga merupakan contohnya. Itu bisa kalian amati.
S : baik kalau begitu pak. Terimakasih pak.
G : iyaa. Sekarang amati dan jawab pertanyaan yang ada di LKS ya

(ketika guru sedang menjelaskan, kelompok yang mengamati keanekaragaman ekosistem menghampiri dan meminta ijin untuk pergi ke kolam)
S : pak mau ke kolam dulu ?
G : iya. Kade nya, lalaunan. Jalanna leueur
S2: muhun pak

(tidak lama dari itu guru menghampiri kelompok yang mengamati keanekaeragaman tingkat ekosistem yang sedang mengamati ekosistem kolam)
G : bagaimana ini sudah ?
S : ukurannya gimana pak ?
G : ukurannya normal saja.
 (siswa berdiskusi sambil mengamati)

(guru memanggil dan menyuruh siswa-siswa untuk kembali lagi kedalam kelas karena waktu pengamatan sudah hampir habis. Rata-rata mereka sedang mengisi LKS )
G : waktunya sudah habis, kita kembali lagi ke kelas ya
S2: iya pak.

Jam : 11.45
(guru memanggil kelompok feri yang masih mengamati ekosistem disekitar kolam)
G : fer, sudah belum? Kalo sudah kembali lagi ke kelas
S : sebentar lagi pak
G : sok waktunya 2 menit lagi. Ulah lami – lami teuing nya.

Jam : 11.49
(semua siswa mulai kembali lagi ke kelas)

2.      Kelemahan
a.       Pendekatan Pembelajaran (Siklus Belajar)
Tidak ada yang tidak sesuai dengan pendekatan pembelajaran siklus belajar, akan tetapi terdapat kelemahan, yaitu pada saat melakukan studi lapangan. Guru tidak memberitahukan tempat pengamatan obyek, sehingga disana terjadi pemborosan waktu untuk mencari tempat objek pengamatan.
b.      Metode Pembelajaran (Studi Lapangan)
Ada beberapa guru yang menganggap bahwa metode itu berbahaya, membuang waktu. Mereka yakin bahwa ceramah yang dilengkapi dengan alat bantu audio visual akan memberikan pandangan yang lebih baik dan pelaksanaannya tidak lebih repot.

C.     Usulan
Guru pada saat akan melakukan studi lapangan hendaknya memberitahukan tempat pengamatan obyek sehingga waktu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan tidak terbuang dengan percuma, hal itu juga tidak membuat siswa menjadi bingung.

D.    Daftar Pustaka


E.     Lampiran
1.      RPP
2.      Hasil pengamatan (observer)
3.      LKS

Komentar