Makalah Biologi Struktur Dan Fungsi Sel
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami
dapat menyelesaikan Makalah Struktur Dan Fungsi Sel. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui dan
mempelajari tentang Struktur Dan
Fungsi Sel.
Dalam penyusunan makalah ini,
kami mendapatkan banyak pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak,
untuk itu dalam kesempatan ini kami tidak lupa mengucapkan terima
kasih kepada dosen pembimbing kami dan semua pihak yang telah membantu dalam
penulisan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam
penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan di masa mendatang.
Akhir kata semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan semua pihak yang
membacanya.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sel merupakan kesatuan dasar
sruktural dan fungsional makhluk hidup. Sebagai kesatuan struktural berarti
makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Makhluk hidup yang terdiri atas satu sel
disebut makhluk hidup bersel tunggal (uniseluler = monoseluler) dan makhluk
hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup multiseluler.
Sel sebagai unit fungsional berarti seluruh fungsi
kehidupan/ aktivitas kehidupan (proses metabolisme, reproduksi, iritabilitas,
digestivus, ekskresi dan lainnya) pada makhluk hidup bersel tunggal dan bersel
banyak berlangsung di dalam tubuh yang dilakukan oleh sel.
1.2
Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Mengidentifikasi sel prokariotik dan sel eukariotik
2. Mengidentifikasi struktur dan fungsi organel sel
3. Mengidentifikasi perbedaan sel hewan dan sel
tumbuhan
1.3
Tujuan Ingin Dicapai
Adapun tujuan penulis dalam penulisan makalah ini
adalah:
1. Diharapkan dapat memahami struktur dan fungsi sel
tumbuhan dan hewan dalam kehidupan.
2. Mengidentifikasi perbedaan struktur dan fungsi sel
tumbuhan dan hewan dalam kehidupan.
3. Sebagai salah satu tugas yang dibebankan oleh guru
mata pelajaran biologi.
BAB II
STRUKTUR DAN FUNGSI
SEL
2.1.
Struktur sel prokariotik dan eukariotik
Istilah sel pertama kali
dikemukakan oleh Robert Hooke, Ilmuwan Inggris, pada tahun 1665 yang berarti
ruangan kosong. Ia meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop yang terdiri atas
ruangan-ruangan yang dibatasi oleh dinding. Hal tersebut benar karena sel-sel
gabus merupakan sel-sel yang telah mati sehingga di dalam sel tersebut kosong,
tidak berisi.
Pada tahun 1839, seorang biolog Perancis, Felix
Durjadin meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam rongga sel
yang penyusunnya disebut sarcode. Johanes Purkinje (1789-1869) mengadakan
perubahan nama Sarcode menjadi protoplasma. Max Schultze (1825-1874), seorang
anatomi mengemukakan protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan.
Theodore Schwann (1801-1881), seorang pakar zoologi
Jerman, meneliti secara cermat dan intensif sel-sel hewan; dan Mathias
Schleiden (1804 1881), pakar botani Jerman meneliti sel-sel tumbuhan.
Berdasarkan hasil pengamatannya, kedua peneliti tersebut mengemukakan bahwa
baik tubuh hewan maupun tubuh tumbuhan terdiri atas sel-sel.
Perkembangan pengetahuan tentang
sel tidak terlepas dari perkembangan ilmu di bidang lainnya. Dengan teknik
pewarnaan secara histokimia dan penggunakan mikroskop elektron, terungkap bahwa
di dalam sitoplasma, terdapat berbagai macam organel (organ kecil).
Semua sel mempunyai sifat-sifat dasar secara umum.
Semua sel dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya terdapat bahan semicair
yang dinamakan sitosol yang mengandung organel-organel. Semua sel mengandung
kromosom, yang membawa gen-gen (DNA, asam nukleat deoksiribosa). Semua sel
mengandung ribosom yang merupakan organel kecil yang berfungsi membentuk
protein menurut instruksi dari gen.
Berdasarkan keadaan intinya, sel
dibedakan dalam dua macam, yaitu: sel prokariotik dan sel eukariotik. Pada sel
prokariotik, materi inti (DNA) terdapat dalam nukleoid yang tidak dibatasi oleh
membran inti. Contoh sel prokariotik ialah bakteri, dan gangang biru yang
termasuk Monera. Sedangkan pada sel eukariotik terdapat membran inti, yang
memisahkan materi inti (DNA dan protein histon membentuk kromosom) dari
sitoplasma. Sel eukariotik dijumpai pada Tumbuhan, Hewan, Cendawan, dan
Protista.
Sel bakteri dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya
terdapat nukleoid (DNA) tanpa dibatasi oleh membran inti, dan ribosom (lihat
Gambar 2.1 Di sebelah luar dari membran plasma terdapat dinding sel yang
disusun oleh peptidoglikan (kompleks gula dan protein). Pada sebagian bakteri
sel tersebut dibungkus oleh kapsul (disusun oleh gula). Bakteri mempunyai alat
gerak berupa flagel. Pada permukaan sel bakteri terdapat pili yang dapat
digunakan untuk menempel pada substratnya. Pada bakteri fotosintetik dan
ganggang hijau biru terdapat klorofil yang tersebar dalam sitoplasma, tanpa
membran yang membatasinya dengan bagian sel lainnya. Jadi, sel prokariotik ada
yang mempunyai klorofil tetapi tidak dalam kloroplas (plastid yang berwarna
hijau). Sel prokariotik mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil (kurang lebih
sepersepuluhnya) dari sel eukariotik.
Gambar 2.1 Sel bakteri prokariotik (Campbell et al,
2006).
Pada sel tumbuhan, sel hewan, dan
sel eukariotik lainnya, selain membran plasma yang membatasi sel dengan
lingkungan luarnya, juga terdapat sistem membran dalam (internal) yang
membatasi organel- organel di bagian dalam sel dengan sitoplasma (lihat Gambar
2.2). Nukleus (inti) dibatasi oleh membran inti sehingga bahan-bahan yang ada
di dalamnya terpisah dari sitoplasma. Vakuola terpisah dari sitoplasma karena
dibatasi oleh membran (tonoplas). Demikian juga pada organel bermembran
lainnya, yang terpisah satu sama lain sehingga masing-masing organel
menyelenggarakan reaksi-reaksi kimia secara terpisah. Dengan kata lain, sel
eukariotik telah mengalami kompartementasi, terbagi dalam beberapa ruang.
Sel Tumbuhan
Sel Hewan
Secara ringkas, perbedaan sel prokariotik dan sel
eukariotik dapat dilihat pada Tabel 2.1
Tabel 2.1. Perbedaan sel prokariotik dan sel
eukariotik
Keterangan: - (tidak ada);
+ (ada)
Berdasarkan jumlah kromosom dan
fungsinya, sel dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu sel somatik dan sel
reproduktif. Sel somatik merupakan sel-sel penyusun tubuh, dengan jumlah
kromosom 2n (diploid). Dalam proses pertumbuhan makhluk hidup multiseluler sel
somatic mengalami proses pembelahan mitosis. Sel reproduktif berfungsi untuk
perbanyakan makhluk hidup secara seksual. Sel ini dibentuk melalui proses
meiosis sehingga mempunyai jumlah kromosom n (haploid).
Bagian sel ada yang bersifat
hidup dan ada yang mati. Bagian sel yang hidup dikenal sebagai protoplasma,
terdiri atas inti dan sitoplasma. Bagian mati berupa dinding sel dan isi
vakuola.
Sel-sel pada tubuh hewan dan
tumbuhan termasuk dalam golongan sel eukariotik, sedangkan pada mikroorganisme
ada yang eukariotik misalnya protozoa, protista, dan fungi. Ada pula yang
bersifat prokariotik misalnya pada bakteri dan ganggang biru.
2.2.
Struktur dan fungsi organel sel
Sel merupakan kesatuan structural
dan fungsional penyusun makhluk hidup yang dapat memperbanyak diri. Aktivitas
yang ada dalam sel terjadi dalam organel-organel yang mendukung fungsi-fungsi
tertentu.
Adapun fungsi dari bagian-bagian penyusun sel adalah
sebagai berikut:
2.2.1.
Dinding sel
Dinding sel bersifat permeabel,
berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh. Sel-sel yang mempunyai
dinding sel antara lain: bakteri, cendawan, ganggang (protista), dan tumbuhan.
Kelompok makhluk hidup tersebut mempunyai sel dengan bentuk yang jelas dan kaku
(rigid). Pada protozoa (protista) dan hewan tidak mempunyai dinding sel,
sehingga bentuk selnya kurang jelas dan fleksibel, tidak kaku. Pada bagian
tertentu dari dinding sel tidak ikut
mengalami penebalan dan memiliki plasmodesmata (Gambar 2.3), disebut noktah
(titik).
Noktah
pada batang pinus
Plasmodesmata
2.2.2.
Membran plasma
Membran plasma membatasi sel
dengan lingkungan luar, bersifat semi/selektif permeabel, berfungsi mengatur
pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi,
osmosis, dan transport aktif. Membran plasma disusun oleh fosfolipid, proten,
kolesterol.
2.2.3.
Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan sel
yang berada di luar inti, terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta
berbagai macam organel sel hidup. Organel-organel yang terdapat dalam
sitoplasma antara lain:
a. Retikulum Endoplasma (RE) berupa saluran-saluran yang
dibentuk oleh membran (Gambar 2.4). RE terbagi dua macam, yaitu RE halus dan RE
kasar.
Gambar
2.4 Retikulum Endoplasma
Pada RE kasar terdapat ribosom,
berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Sedangkan pada RE halus tidak
terdapat ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis lipid.
b. Ribosom terdiri atas dua unit yang kaya akan RNA,
berperan dalam sintesis protein. Ribosom ada yang menempel pada RE kasar dan
ada yang terdapat bebas dalam sitoplasma.
c. Mitokondria memiliki membran rangkap, membran luar
dan membran dalam. Di antara kedua membran tersebut terdapat ruang antar
membran. Membran dalam berlekuk-lekuk disebut krista yang berfungsi untuk
memperluas bidang permukaan agar proses penyerapan oksigen dan pembentukan
energi lebih efektif. Pada bagian membrane dalam terdapat enzim ATP sintase
yang berfungsi sebagai tempat sintesis ATP. Fungsi mitokondria ini adalah tempat
respirasi aerob.
Gambar
2.5. Mitokondria (Campbell, et al 2006)
d. Lisosom berupa butiran kecil/bundar, berisi enzim
pencerna yang berfungsi dalam pencernaan intrasel
e. Aparatus Golgi (Badan Golgi) berupa tumpukan
kantung-kantung pipih, berfungsi sebagai tempat sintesis dari sekret (seperti
getah pencernaan, banyak ditemukan pada sel kelenjar), membentuk protein dan
asam inti (DNA/RNA), serta membentuk dinding dan membran sel.
f. Plastida
Berbentuk bulat cakram yang ditemukan pada tumbuhan,
terbagi atas tiga macam:
- Leukoplas = Amiloplas: plastida yang tidak berwarna,
dapat membentuk dan menyimpan butir-butir zat tepung/pati.
- Kromoplas adalah plastida berwarna selain hijau,
karena adanya pigmen: melanin (hitam), likopin (merah), xantophil (kuning),
karoten (jingga), fikosianin (biru), dan fikoeritrin (coklat).
- Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau, karena
mengandung zat hijau daun (klorofil), terdiri atas: klorofil a (warna hijau
biru=C55H72O5N4Mg) dan klorofil b (warna hijau kuning=C55H70O6N4Mg).
Gambar
2.6. Kloroplas (Campbell, et al 2003)
g.
Vakuola berbentuk rongga bulat, berisi senyawa kimia tertentu atau sisa produk
metabolisme sel, yang mengandung berbagai macam zat sesuai pada jenis selnya.
Misalnya dapat berisi garam
nitrat pada tanaman tembakau, tanin pada sel-sel kulit kayu, minyak eteris pada
kayu putih dan mawar, terpentin pada damar, kinin pada kina, nikotin pada
tembakau, likopersin pada tomat, piperin pada lada.
h. Nukleus (Inti
sel) dibatasi oleh membran inti, mengandung benang- benang kromatin dan nukleolus (anak inti sel).
Membran inti terdiri atas dua lapis dan
mempunyai pori. Benang-benang kromatin akan memendek pada waktu proses pembelahan
sel membentuk kromosom. Nukleus berfungsi mengatur segala aktivitas yang
terjadi dalam sel (Gambar 2.7).
Gambar
2.7. Nukleus dan Retikulum Endoplasma
kasar
(Campbell, et al 2006)
2.3.
Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan
Data observasi dengan menggunakan
mikroskop cahaya pada sediaan sel daun tumbuhan (Elodea sp) dan sel epitel pipi
manusia diperoleh hasil sesuai Tabel 2.2
Tabel
2.2. Perbandingan sel Elodea dan sel epitel pipi
Dari Tabel 2.2 kalian dapat
mengetahui persamaan antara sel hewan dan sel tumbuhan, yaitu bagian-bagian
yang dijumpai pada sel Elodea dan epitel pipi (sebutkan!) Demikian juga kalian
dapat mengetahui ciri-ciri khas tumbuhan, yaitu bagian-bagian yang dijumpai
pada sel Elodea tetapi tidak dijumpai pada sel epitel pipi. Dengan adanya
kloroplas pada sel Elodea maka tumbuhan ini dapat mensintesis makanannya
sendiri melalui proses fotosintesis. Demikian juga adanya dinding sel pada sel
Elodea menjadikan bentuk selnya lebih jelas dibandingkan pada sel pipi.
Jika kita amati secara cermat,
kloroplas, dan inti sel Elode terletak di pinggir dekat ke dinding sel. Hal ini
disebabkan dibagian tengah dari sel tumbuhan terdapat adanya vakuola besar yang
terletak di tengah-tengah sel (disebut vakuola sentral), sedangkan pada sel.
2.4.
Ciri-ciri mahluk hidup
Selain ada perbedaan, antara
hewan dan tumbuhan juga mempunyai banyak persamaan yang merupakan ciri makhluk
hidup. Ciri-ciri makhluk hidup antara lain: memerlukan makanan (nutrisi),
bernafas (respirasi), ekskresi, sintesis, tumbuh dan berkembang, regulasi,
reproduksi, iritabilitas, adaptasi, interaksi dengan lingkungan, serta bentuk
dan ukuran tertentu, terdiri dari sel.
a.
Nutrisi
Makhluk hidup memerlukan makanan
dan memilih jenis makanan yang sesuai dengan kondisi tubuhnya. Makanan tersebut
akan mengalami proses pemecahan secara enzimatis untuk mendapatkan energi dalam
melakukan aktivitas, penyusun sel-sel, dan mengganti bagian yang rusak. Makanan
yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas hidup disebut nutrisi.
b.
Respirasi
Respirasi atau pernafasan adalah
proses penyederhanaan senyawa kimia dari zat makanan untuk mendapatkan energi.
Pernafasan dapat terjadi secara:
* Aerob (memerlukan oksigen)
* Anaerob (tidak menggunakan oksigen, melalui proses
fermentasi).
c.
Ekskresi
Pengeluaran senyawa-senyawa kimia
sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh makhluk hidup, dan bila terdapat
dalam tubuh akan bersifat toksik (meracuni).
d.
Sintesis
Dalam tubuh terjadi perubahan
dari suatu senyawa ke senyawa lain untuk kepentingan penyusun tubuh, memelihara
kelangsungan hidup, dan mempertahankan tubuh dalam berinteraksi dengan
lingkungan. Penyusunan senyawa kimia dalam tubuh untuk aktivitas hidup
dinamakan sintesis.
e.
Pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan merupakan proses
bertambahnya volume dan jumlah sel serta jumlah senyawa kimia dalam tubuh yang
bersifat irreversible (tidak kembali ke asal) pada jangka waktu tertentu.
Perkembangan adalah pertumbuhan yang diikuti dengan berubah
sifat menuju kedewasaan. Sedangkan diferensiasi adalah
pertumbuhan sel diikuti dengan spesialisasi (fungsi khusus) sel.
f.
Regulasi
Pengaturan baik secara kuantitas
maupun kualitas pada setiap saat terhadap sruktur suatu sistem metabolisme
dalam makhluk hidup disebut dengan regulasi.
g.
Iritabilitas
Iritabilitas dimaksudkan sebagai
kemampuan makhluk hidup menerima rangsang dan sanggup mengadakan respons
terhadap rangsangan tersebut.
h.
Reproduksi
Proses bertambahnya jumlah
individu yang berperan untuk kelestarian keturunannya disebut reproduksi.
i.
Adaptasi
Penyesuaian diri dengan keadaan
lingkungan pada waktu yang relatif pendek disebut toleransi, sedangkan
toleransi yang berlangsung dalam waktu yang relatif panjang disebut adaptasi.
j.
Interaksi
Untuk menjaga stabilitas hidupnya
atau mempertahankan hidupnya makhluk hidup harus bersaing dengan individu lain.
Persaingan terjadi dalam mendapatkan tempat hidup, makanan, cahaya dan lainnya.
k.
Makhluk hidup memiliki bentuk dan ukuran tertentu, dan terdiri dari sel.
Makhluk hidup sangat bervariasi
baik jenis maupun bentuk serta ukurannya, tetapi setiap jenis menunjukkan
bentuk yang spesifik serta ukuran tertentu pula. Variasi dalam satu jenis tidak
dapat menghilangkan bentuk spesifiknya. Makhluk hidup memiliki kesamaan yaitu
tersusun oleh sel.
Bagaimana dengan virus? Apakah
virus merupakan makhluk hidup atau benda mati ? Virus terdiri dari asam nukleat
(DNA/RNA) yang dibatasi oleh mantel protein, bukan merupakan sel. Virus dapat
dikristalkan (ciri benda mati). Virus memiliki sifat makhluk hidup, yaitu:
dapat berkembangbiak dan beradaptasi dengan melalui mutasi. Namun demikian
virus hanya dapat hidup dan berkembangbiak dalam tubuh makhluk hidup. Dalam
media buatan virus tidak dapat hidup dan berkembangbiak. Oleh karena itu,
sebagian ahli biologi menempatkan virus sebagai ’jembatan’ antara yang mahkluk
hidup dan benda mati.
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
3.1
Simpulan
Berdasarkan pembahasan di atas
dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
Sel pertama sekali ditemukan Ilmuwan Inggris, Robert
Hooke (1665) dengan meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop yang terdiri dari
ruangan-ruangan yang dibatasi oleh dinding disebut sel. Pada tahun 1839,
seorang biolog Perancis, Felix Durjadin menemukan isi penyusun dalam rongga sel
disebut sarcode. Johanes Purkinje (1789-
1869) mengadakan perubahan nama sarcode menjadi
protoplasma. Theodore Schwann (1801-1881), seorang pakar zoologi Jerman dan
Mathias Schleiden (1804-1881), pakar botani Jerman mengemukakan bahwa tubuh
hewan dan tumbuhan terdiri atas sel-sel. Robert Brown (1831), seorang biolog
Skotlandia menemukan inti (nukleus). Max
Schultze (1825-1874), seorang pakar anatomi
mengemukakan protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. Rudolf Virchow
mengatakan sel berasal dari sel “Omnis Cellula Cellula”.
Sel dibedakan atas beberapa bentuk, diantaranya
berdasarkan keadaan inti sel (sel eukariotik dan prokariotik), berdasarkan
keadaan kromosom dan fungsinya (sel somatik dan reproduktif), berdasarkan
sifatnya (bagian hidup dan bagian yang mati).
Sel tumbuhan terdiri atas:
dinding sel, membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel (retikulum
endoplasma kasar dan halus, ribosom, mitokondria, apartus golgi, plastida,
vakuola sentral dan nukleus). Sedangkan sel hewan terdiri atas membran sel,
sitoplasma dan organel-organel (retikulum endoplasma kasar dan halus, ribosom,
mitokondria, lisosom, aparatus golgi, vakuola, dan nukleus).
Perbedaan sel tumbuhan dan sel
hewan adalah sel tumbuhan bentuknya tetap, terdiri dari dinding sel yang
mengandung selulosa, terdapat butir plastida, dan vakuola sentral yang besar,
tidak ada lisosom dan sentriol. Sedangkan sel hewan bentuknya bervariasi, tidak
ada butir plastida, vakuola kecil, terdapat lisosom dan sentriol.
Makhluk hidup memiliki ciri-ciri
utama sebagai berikut: dapat melakukan nutrisi, transportasi, respirasi,
ekskresi, sintesis, pertumbuhan dan perkembangan, regulasi, iritabilitas,
reproduksi, adaptasi, interaksi, memiliki bentuk dan ukuran tertentu, serta
terdiri dari sel. Virus merupakan ’jembatan’ antara makhluk hidup dan benda
mati.
3.2
Saran
• Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya
untuk mengetahui struktur dan fungsi organel sel pada mahluk hidup, dan
perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan.
• Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui
tentang bahasan ini bisa membaca buku atau majalah-majalah yang memuat
tentang strukur hewan.
DAFTAR PUSTAKA
Alberts B. 1994. Biologi Molekuler Sel, Edisi Kedua. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2004. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (GBPP) Mata Pelajaran Biologi. Depdikbud, Jakarta.
Siregar. Ameilia Z. 2008.Biologi Pertanian, Jilid 1. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

terimakasih atas informasinya....
BalasHapus